Kasus Perdagangan Orang, Diiming-imingi Gaji Rp 7 Juta: ES Malah Sengsara di Malaysia

Kasus perdagang orang, gadis asal Sukabumi jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan terlunta-lunta di Malaysia.

Kasus Perdagangan Orang, Diiming-imingi Gaji Rp 7 Juta: ES Malah Sengsara di Malaysia
Warta Kota/Rangga Baskoro
Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang, (13/8/2018). Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban perdagangan orang. 

WARTA KOTA, GAMBIR---Seorang gadis asal Sukabumi, ES (16), jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan hidup terlunta-lunta di Malaysia.

Awalnya, ES hanya dijanjikan bekerja di Jakarta menjadi baby sitter dengan gaji Rp 4 juta, namun ia diiming-imingi gaji menjadi Rp 7 juta apabila bekerja di Malaysia.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri Komisaris Besar Panca Putra, mengatakan, TPPO tersebut dilakukan secara terorganisir oleh 7 orang berinisial NL, JS, MI, AS, TM, AS (dpo) dan SH (dpo). Mereka memiliki tugas yang berbeda-beda.

Baca: Kasus Perdagangan Orang, Lubang Jarum Bobroknya Imigrasi Jadi Celah Pelaku Perdagangan Orang

"NL bertugas melakukan perekrutan melalui Facebook. Dia yang berpura-pura membutuhkan baby sitter dan mengiming-imingi korban kerja di Malaysia setelah tiba di Jakarta. Dia dapat upah Rp 2 juta sekali merekrut orang dari tersangka JS," kata Panca di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Kemudian JS memerintahkan AS untuk membuat dokumen palsu.

Setelah itu, ia juga bertugas memberitahukan MI agar mengatur pendaftaran korban TPPO kepada agen PRT di Malaysia.

Baca: Berawal dari Facebook, Seorang Anak Jadi Korban Perdagangan Orang ke Malaysia

JS mendapatkan untung sebesar Rp 3.000.000, sedangkan AS mendapatkan uang sebesar Rp 150.00 per dokumen palsu.

Sementara MI menerima uang sebesar Rp 5.000.000 dari agen di Malaysia.

Tersangka TM bertugas membantu korban untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis, Riau.

Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang, (13/8/2018). Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban perdagangan orang.
Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang, (13/8/2018). Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban perdagangan orang. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Ia mendapatkan upah sebesar Rp 500.000. Semua keuntungan yang didapatkan pelaku dihitung berdasarkan jumlah korban yang diberangkatkan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 6 nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda maksimal sebesar Rp 600 juta.

Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang, (13/8/2018). Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban perdagangan orang.
Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang, (13/8/2018). Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban perdagangan orang. (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved