Jumat Besok BEM Sejabodetabek-Banten Gelar Aksi Bela Rupiah di Kantor Kemenkeu

Sejumlah mahasiswa akan menggelar aksi bela rupiah di kantor Kementerian Keuangan besok.

Jumat Besok BEM Sejabodetabek-Banten Gelar Aksi Bela Rupiah di Kantor Kemenkeu
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS.

MAHASISWA dari sejumlah perguruan tinggi di bawah BEM Se-Jabodetabek bakal mengepung Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat pada Jumat (14/9/2018).

Dalam aksi yang mereka namai Aksi Bela Rupiah, mahasiswa akan menggugat kemampuan pemerintah yang dianggap tak mampu menjaga marwah rupiah terhadap dollar amerika.

Koordinator Wilayah BEM se-Jabodetabek dan Banten, Moh. Wildan Habibi mengatakan,
pelemahan nilai rupiah atas dollar pada tahun yang berada pada titik terburuk selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Terhitung ketika Januari, rupiah berkisaran 13.000 dan September ini menjadi 15.000. Faktor eksternal maupun internal menjadi penyebabnya.

Di antara faktor eksternal adalah naiknya suku bunga The Fed hingga di angka 50 persen, perang dagang AS dengan Tiongkok, krisis Venezuela dan Argentina, dll.

Beberapa faktor internalnya adalah defisitnya neraca pembayaran dan perdagangan, serta berkurangnya investasi di Indonesia.

"Hal ini tentunya akan menimbulkan banyak problematika. Meningkatnya harga barang pokok sehingga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, melemahnya daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor," kata Wildan melalui siaran pers yang dibagikan, Kamis (13/9/2018).

Maka dari itu, Wildan mengajak rekan-rekan mahasiswa semua untuk bergabung dalam Aksi Bela Rupiah pada Jumat siang mulai pukul 13.00 di Kantor Kementerian Keuangan RI.

Wildan menambahkan, dalam aksi demonstransi yang dilakukan, mahasiswa akan memberikan sejumlah tuntutan.

Pertama, mendesak pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk produk lokal untuk bersaing di dalam pasar nasional.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved