Jokowi Pencitraan di Bioskop, Begini Kata Penggagas Gerakan #2019GantiPresiden

Ketua DPP PKS sekaligus penggagas Gerakan #2019GantiPresiden menyebut Jokowi nyolong start.

Jokowi Pencitraan di Bioskop, Begini Kata Penggagas Gerakan #2019GantiPresiden
Tribunnews.com
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon. 

VIRALNYA potret iklan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebelum pemutaran film di bioskop ditanggapi nyinyir Mardani Ali Sera.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus penggagas Gerakan #2019GantiPresiden menyebut Jokowi nyolong start.

Lewat akun twitternya @MardaniAliSera; dirinya menyebut ajang pencitraan hanya diperbolehkan bagi Calon Presiden (Capres) maupun Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada saat masa kampanye.

Itu pun menurutnya, apabila masyarakat tidak terganggu dengan tayangan iklan yang ditampilkan.

"Byk yg tanya ke saya tentang iklan/kampanye di bioskop. jk jadwal kampanye, Boleh. Asal konsumen tdk terganggu, krn nonton iklan bayar. Iklan di TV rumah & di bioskop, sama. Mending nonton iklan dirumah Gratis," tulis Mardani pada Kamis (13/9/2018).

"Kesuksesan itu dirasakan, bukan kamuflase iklan berlebihan," tulisnya lagi. (https://twitter.com/MardaniAliSera/status/1040025781550833664?s=19)

Serupa, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon turut menanggapi.

Fadli Zon justru mempermasalahkan biaya iklan yang mahal seharusnya dimanfaatkan untuk membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tanggapi Iklan Kontroversial Jokowi di Bioskop, Fadli Zon: Sebaiknya Dicopot, Sangat Merusak Selera," tulis Fadli Zon pada Kamis (13/9/2018) mentautkan artikel Tribunnews.com. (https://t.co/c4k5Xl6a92)

Beragam tanggapan pun disampaikan masyarakat dalam kolom komentar postingan Fadli Zon. Pro dan kontra mewarnai isu iklan Jokowi jelang Pilpres 2019 mendatang.

"Sebagai pembayar pajak, iklan di bioskop itu adalah hak saya untuk tau uang yang saya bayarkan dipakai untuk apa saja oleh pemerintah. Bapak dan anggota dewan lain bikin dong iklan serupa, supaya kami tau uang kami diapakan oleh DPR," tulis Diajeng Santi lewat akun @renitasanti.

"Jadinya malas pergi ke cinema XXI padahal saya slalu memantau kapan ada film baru dan aku mau nonton," balas @pakarena1971. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved