Istri Ditembak Suami, Pelaku Penembakan Istri di Tanjung Priok Sempat Kabur ke Rumah Teman

Deni Hidayat, pelaku penembakan istrinya, Yunita, akhirnya diringkus polisi Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Istri Ditembak Suami, Pelaku Penembakan Istri di Tanjung Priok Sempat Kabur ke Rumah Teman
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Deni Hidayat, pelaku penembakan istrinya, Yunita, akhirnya diringkus polisi Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Pelaku yang menembak istrinya dengan air gun (sebelumnya ditulis airsoft gun) sempat kabur ke rumah temannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Febriansyah mengatakan, pelaku berhasil diamankan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca: Suami Tembak Istri, Polisi Masih Cari Keberadaan Deni Hidayat

Pelaku sempat berpindah-pindah sebelum akhirnya berhasil diringkus Polisi.

"Habis melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri. Jadi tersangka sempat melarikan diri berpindah-pindah dari rumah temannya ke temannya yang lain," kata Febri.

Febri menceritakan awalnya pelaku menolak menjemput sang istri usai pulang bekerja dengan alasan sakit.

Namun setibanya di rumah, korban malah mendapati pelaku sedang mengutak-atik motornya.

Baca: Istri yang Ditembak Suami Alami Luka Robek Berdiameter 0,5 Sentimeter di Dada Kanan

"Disitulah korban merasa agak sedikit sentimen. Korban menegur suaminya yaitu tersangka, kenapa kamu enggak menjemput saya? Katanya sakit tapi sampai di rumah dilihat sedang memperbaiki kendaraan," katanya.

"Nah, spontan tersangka langsung memberikan statement atau ucapan balasan bahwasanya 'Apa urusanmu? Ini urusanku' dengan nada yang agak sedikit jengkel," kata Febri.

Korban bertambah emosi dan mendorong motor pelaku hingga terjatuh.

Pelaku yang melihat hal tersebut, spontan mengeluarkan air gun dari pinggangnya untuk menembak korban.

Baca: Istri yang Ditembak Suami Pakai Airsoft Gun Besok Jalani Operasi untuk Keluarkan Gotri

"Tersangka langsung menembakkan ke arah istrinya tersebut sebanyak tiga kali. Yang pertama kena di daun pintu, yang kedua kena di dada korban sebelah kanan. Kemudian yang ketiga kena di pantat korban namun tidak tembus karena di daerah tersebut ada dompet yang menghalangi jalur peluru," katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni pakaian dan dompet korban serta senjata air gun merek RCF jenis Jericho 941 kaliber 4,5 mm dengan 11 butir peluru gotri.

Pelaku diancam dengan Pasal 44 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dan atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved