Pilpres 2019

Farhat Abbas Pakai Istilah Surga dan Neraka karena Gemas Lihat Jokowi Hanya Diam Saat Difitnah

Pendukung Jokowi, sapaan Joko Widodo, akan masuk surgawi-surga Jokowi, sedangkan pendukung Prabowo Subianto akan masuk neraka.

Farhat Abbas Pakai Istilah Surga dan Neraka karena Gemas Lihat Jokowi Hanya Diam Saat Difitnah
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG
Farhat Abbas usai melaporkan Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018). 

FARHAT Abbas, juru bicara Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menyebut istilah surgawi dan neraka dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pendukung Jokowi, sapaan Joko Widodo, akan masuk surgawi-surga Jokowi, sedangkan pendukung Prabowo Subianto akan masuk neraka.

"Gue pilih Jokowi," tulis Farhat Abbas yang menyebut dirinya Jubir Indonesia itu lewat Instagramnya @farhatabbastv226, Rabu (12/9/2018) jelang tengah malam.

Gue Pilih Jokowi

Pernyataan tersebut ditekankannya dalam video sebelumnya. Namun, istilah tersebut, katanya, bukan menjamin seseorang masuk surga atau neraka.

Sebab, istilah surgawi dan nerokowo yang digunakannya berasal dari pantun. Surgawi berarti surga Jokowi, sedangkan nerokowo adalah neraka Prabowo.

"Sehubungan dengan pantun, kata dibalas kata dan pantun berbalas pantun, yang milih Jokowi masuk surgawi, yang milih mereka masuk neraka, itu tidak SARA dan itu tidak menyangkut asal agama," jelas Farhat Abbas.

Baca: Jokowi Targetkan Indonesia Finis di Posisi Tujuh Besar pada Asian Para Games 2018

Sebutan itu disampaikannya untuk membalas politikus dan artis pendukung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang memfitnah relawan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan sebutan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kafir.

"Ketika saya menghadapi mereka, yang pejabat-pejabat itu, mereka tidak mengerti konstitusi, mereka tidak mengerti hukum, mereka hina, mereka hajar, dan mereka fitnah. Fitnah PKI, fitnah kafir dan lain-lain," paparnya.

Farhat Abbas mengaku gemas ketika melihat Jokowi hanya diam saja. Sebab, menurutnya, sikap diam tidak membuahkan hasil, terlebih lawan politik Jokowi adalah seorang ulama.

Baca: Atlet Berprestasi di Asian Games 2018 yang Ingin Jadi Anggota TNI dan Polri Diberikan Karpet Merah

Padahal, lewat pencapaian yang ditorehkan selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Jokowi, katanya, telah membangun jembatan. Bukan hanya jembatan untuk kemajuan Indonesia, tetapi jembatan menuju surga.

"Pak Jokowi hanya diam saja, dan kemudian saya mengatakan, sikap Islami ini untuk berbicara dengan kelompok lawan yang ulama. Saya hanya berbicara tentang surga dan neraka," terang Farhat Abbas.

"Bahwa pak Jokowi dengan revolusi mentalnya telah berhasil membawa, bukan hanya berhasil membangun jembatan menyeberang sungai, tetapi membangun jembatan untuk Indonesia ke depan, Indonesia yang masuk surga," tambahnya.

Karena itu, istilah surgawi dan nerokowo, katanya, sangat tepat, mengingat relawan Jokowi-Ma'ruf Amin seringkali difitnah dan dibully. Sehingga, menurutnya tim pemenangan Jokowi harus memaelas apabila tidak ingin tenggelam.

"Nah jadi tolong, jangan disalahtafsirkan atau salah arti, bukan yang tidak milih Pak Jokowi itu masuk neraka, tidak seperti itu. Tapi kita dalam posisi yang selalu dibully, dihina, difitnah. Oleh karena itu untuk menghadapi mereka, seribu tim kampanye nasional, kalau cuma pakai sopan santun menghadapi mereka, tapi kalau lawannya fitnah, kita bisu dan tenggelam," bebernya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help