Pilpres 2019

Dituding Main Isu SARA, Farhat Abbas: Amien Rais Malah Bilang Partai Setan

Farhat Abbas menilai Andre Rosiade salah menafsirkan atau mengartikan secara salah pernyataannya di media sosial.

Dituding Main Isu SARA, Farhat Abbas: Amien Rais Malah Bilang Partai Setan
ANTARA/Sigid Kurniawan
Pengacara Farhat Abbas tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4/2017). Farhat Abbas diperiksa sebagai saksi kasus pemberian keterangan tidak benar sidang korupsi KTP Elektronik dengan tersangka Miryam S Haryani. 

FARHAT Abbas, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, angkat bicara soal tudingan yang menyebutnya bermain isu SARA.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menuding Farhat Abbas bermain isu SARA, terkait pernyataannya soal 'pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka', di media sosial.

Farhat Abbas menilai Andre Rosiade salah menafsirkan atau mengartikan secara salah pernyataannya di media sosial.

Baca: Ditegur Tim Kampanye Jokowi, Farhat Abbas: Jangan Menyudutkan, Saya Bukan Orang Sembarangan

"Itu kan hanya pantun berbalas pantun. Harusnya kan itu kan bukan mengatakan yang enggak milih Jokowi masuk neraka, tapi saya mengatakan dengan bahasa kiasan indah Jokowi Surgawi, mereka neraka," tutur Farhat Abbas ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (12/9/2018).

"Mereka saja yang mengartikan, menafsirkan yang aneh-aneh," sambungnya.

Ia kemudian menuding bahwa ada yang lebih parah dalam membawa isu SARA dalam kontestasi politik, yakni Amien Rais.

Baca: Ditegur Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin, Farhat Abbas Malah Sebut Kopi Joni Kampungan

Selain itu, Farhat Abbas menegaskan dirinya terpaksa membawa masalah 'surga dan neraka,' karena yang dihadapinya adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Keduanya disebut Farhat Abbas sebagai pejabat yang tidak menganggap konstitusi dengan undang-undang sebagai hukum yang berlaku.

"Nah, Amien Rais bilang partai setan dulu, itu partai kafir dukung kafir, mereka lebih parah lagi kok. Mereka asyik memfitnah, menghina, mengejek gitu. Ketika saya melihat di sana ada ulama, membawa ulama Islam dan sebagainya, saya terpaksa berbicara surga dan neraka," beber Farhat Abbas. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved