Diperiksa Polisi Sebagai Tersangka Korupsi, Nur Mahmudi Bawa Bekal Makan Siang

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi.

Diperiksa Polisi Sebagai Tersangka Korupsi, Nur Mahmudi Bawa Bekal Makan Siang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, benar-benar memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pelebaran Jaka Nangka, Tapos, Kamis (13/9/2018) hari ini. 

MANTAN Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi dana pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, Kamis (13/9/2019).

Ia didampingi tiga pengacara dalam menjalani pemeriksaan. Nur Mahmudi tiba di Mapolresta Depok pukul 08.30.

Sampai pukul 17,30, atau setelah sekitar 8 jam berada di ruang pemerikaaan Unit Tipikor Satreskrim Polresta Depok, belum ada tanda-tanda rampungnya pemeriksaan.

Tafi, ajudan Nur Mahmudi mengatakan bahwa bekas orang nomor satu di Depok itu sudah menyiapkan segala sesuatunya menjalani pemeriksaan berjam-jam.

"Bahkan untuk makan siang, Pak Nur bawa bekal dari rumah, dan dimakan di ruang penyidik," kata Tafi.

Saat menjalani pemeriksaan katanya, Nur Mahmudi sangat serius membaca pertanyaan yang disodorkan penyidik dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Ia juga sempat melakukan salat zuhur dan Azhar di ruang penyidik.

Icha, pelayan di kantin Mapolresta Depok menuturkan, ia mendapat pesanan lima gelas kopi dan satu botol air mineral dari penyidik yang memeriksa Nur Mahmudi.

"Semuanya saya antar ke ruang pemeriksaan, tempat Pak Nur diperiksa. Lima gelas kopi dan satu botol air mineral," katanya.

Diperkirakan katanya lima gelas kopi untuk tiga pengacara Nur Mahmudi dan dua penyidik sementara satu botol air mineral untuk Nur Mahmudi.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help