Data Ini Bongkar Pengakuan Presiden Jokowi ke Kiai Haji Ma'ruf Amin Ternyata Tak Benar

SEBUAH data bongkar pengakuan Presiden Jokowi ke Ma'ruf Amin tak semuanya benar dan tepat.

Data Ini Bongkar Pengakuan Presiden Jokowi ke Kiai Haji Ma'ruf Amin Ternyata Tak Benar
Istimewa
CALON Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). 

SEBUAH data bongkar pengakuan Presiden Jokowi ke Ma'ruf Amin tak semuanya benar, tepat, dan akurat. 

Kiai Haji Ma'ruf Amin berbicara lantang soal salah satu pengakuan Presiden Jokowi kepadanya ini saat berpidato di acara Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif DPR RI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta pada Minggu (2/9/2018) lalu. 

Ketika itu Kiai Haji Ma'ruf Amin membahas mengenai cara membangun ekonomi yang berkeadilan terkait dengan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kiai Haji Ma'ruf Amin pun menyebut bahwa membangun ekonomi berkeadilan dilakukan dengan membuat arus baru ekonomi Indonesia di era Presiden Jokowi. 

Calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presidennya Maruf Amin mendatangi Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2018).
Calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presidennya Maruf Amin mendatangi Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2018). (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

"Sebab arus lama itu sistemnya neo liberalisme. Neo liberalisme ini melahirkan konglomerasi dengan menggunakan teori trickle down effect, tetapi ternyata tidak netes-netes. Yang atas makin kuat, yang bawah makin lemah," kata Ma'ruf Amin.

Namun, kata Ma'ruf Amin, memberdayakan ekonomi kerakyatan  tidak berarti harus melemahkan yang kuat, tetapi menguatkan yang lemah melalui upaya-upaya tidak membenturkan satu kekuatan dengan kekuatan yang lain. 

"Melainkan melalui kemitraan seperti yang sudah disampaikan oleh bapak persiden kita (Presiden Jokowi). Kolaborasi antara komponen seluruh bangsa ini, supaya harta itu tidak hanya beredar di kalangan orang kaya, tetapi juga beredar di seluruh komponen dan lapisan bangsa," ujar Ma'ruf Amin.

Caranya yaitu dengan menghilangkan kesenjangan antara kelompok-kelompok masyarakat yang kuat dan lemah agar tidak terlalu jauh.

"Tidak mungkin menyamakan, tetapi perbedaan ini jangan terlalu senggang," ujar Ma'rfu Amin.

Pengakuan Jokowi ke Ma'ruf Amin

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved