Koran Warta Kota

Yunita yang Ditembak Suaminya Pakai Air Softgun Hari Ini Jalani Operasi Pengambilan Peluru

Hari Rabu (12/9) ini Yunita dijadwalkan menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang di dadanya.

Yunita yang Ditembak Suaminya Pakai Air Softgun Hari Ini Jalani Operasi Pengambilan Peluru
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Lokasi penembakan yang dilakukan Deni Hidayat terhadap istrinya, Yunita. 

HARI Rabu (12/9) ini Yunita (24) dijadwalkan menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang di dadanya.

Warga Jalan Jati I, RT 02/RW 10, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu menjadi korban penembakan yang dilakukan suaminya sendiri, Deni Hidayat (24).

Deni menembak istrinya tiga kali menggunakan airsoft gun.

Salah satunya mengenai dada Yunita. "Gotri masuk 10 cm ke dada korban," kata Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supri­yanto, Selasa (11/9).

Yunita dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kondisinya kemarin dalam keadaan baik. "Kondisinya baik kok, dari awal ditembak juga dia memang sadar," ujar Supriyanto.

Headline Warta Kota edisi Rabu, 12 September 2018
Headline Warta Kota edisi Rabu, 12 September 2018 (Koran Warta Kota)

Ibunda Yunita, Aisah, menambahkan bahwa operasi pengangkatan peluru yang bersarang di dada putrinya akan dilakukan Rabu (12/9) hari ini. Ha­nya saja kondisi anaknya tidak mengkhawatirkan.

"Dibedahnya masih besok (hari ini --Red), dokternya hari ini (kemarin --Red) belum ada karena ini kan hari libur. Jadi sementara masih dirawat saja," ungkapnya, Selasa (11/9).

Robohkan motor

Deni Hidayat tega menembak istrinya Yunita dengan airsoft gun pada Minggu (9/11) sekitar pukul pukul 17.00 WIB.

Penyebab aksi nekat Deni pun sepele, pelaku tidak terima motornya dijatuhkan setelah sang istri emosi tidak dijemput kerja.

Kakak korban, Muhammad Samin (45), menceritakan awal mula kejadian yang menimpa adik kandungnya itu.

Dijelaskan, ketika itu Yunita yang sehari-hari bekerja di Superindo Kelapa Gading, ingin pulang dari kantornya dan tidak memiliki tumpangan.

"Adik saya minta dijemput sama suaminya (Deni). Tapi kata suaminya, dia nggak bisa karena nggak enak badan, terus adik saya disuruh pulang naik ojek online. Akhirnya adik saya naik ojek online," katanya, Senin (10/9).

Baca: Farhat Abbas : Tak Pilih Jokowi di Pilpres 2019 Bakal Masuk Neraka!

Baca: Ustaz Abdul Somad Sampai Konsultasi ke Psikolog Usai Dituduh Pakai Jin Agar Ceramahnya Selalu Ramai

Setibanya Yunita di rumahnya di Jalan Jati, Kebon Bawang, Tanjung Priok, korban langsung mencari suaminya yang sedang tidur.

Tidak lama berselang, Deni yang akhirnya bangun langsung menuju ke lahan kosong di belakang rumahnya untuk berkumpul bersama teman-temannya.

Melihat suaminya sehat-sehat saja, Yunita naik pitam dan menganggap Deni telah berbohong.

Yunita pun langsung menghampiri sang suami di tempat nongkrongnya dan memaki-maki suaminya tersebut.

Saking emosinya, Yunita pun dengan sengaja mendorong sepeda motor milik suaminya hingga terjatuh. Kebetulan motor itu terparkir tidak jauh dari tempat tongkrongan.

Pelaku yang awalnya diam, langsung emosi dan mengambil airsoft gun dari kantongnya, lalu mengarahkannya kepada korban.

"Motornya itu didorong, dirobohin, dan dia (Deni) malah mikirin motornya daripada istrinya. Jatuh tuh motornya. Terus dia langsung ngamuk, ngeluarin (airsoft gun) di kantongnya dan menembak," ucap Samin.

Baca: Kasus Penembakan, Tidak Terima Motor Dijatuhkan: Deni Tembak Istri Pakai Airsoft Gun

Menurut Samin, pelaku sempat menembakkan airsoft gun sebanyak tiga kali ke arah Yunita. Hanya saja ketika itu korban sempat menghindar meski akhirnya mengenai bagian dadanya.

"Pertama nggak kena, malah kena pintu. Terus pas dikejar, baru adik saya kena di dada kanannya. Pada saat ditembak itu, dia nggak langsung jatuh atau pingsan, dia kesakitan sambil nahan badannya," katanya.

Beberapa teman pelaku yang pada saat kejadian berada di lokasi, lalu menggotong Yunita ke RS Puri Medika Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara itu sang pelaku langsung kabur melarikan diri setelah sempat mengacak-acak seisi kamar.

"Suaminya malah ngamuk lagi di kamarnya, ngacak-ngacak kamar. Terus dia kabur atau nggak, saya nggak tahu ya, cuma pas adik saya dibawa temennya ke Puri Medika, nggak ada yang tahu dia ke mana," ujarnya.

Selanjutnya Samin melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Utara. Adapun korban kemudian dirujuk ke RSUD Koja, Jakarta Utara.

Periksa 4 saksi

Dalam kasus ini, sebanyak empat orang saksi telah diperiksa. Sedangkan pelaku masih dalam proses pengejaran aparat kepolisian.

"Kemarin sih terakhir saya tahu, ada empat saksi (yang diperiksa), ada dari keluarga sama temannya si pelaku satu orang," ujar Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto, Selasa.

Namun demikian Supri­yanto mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih detail perihal perkembangan kasus tersebut.

Pasalnya kasus tersebut saat ini sudah dalam penanganan Polres Metro Jakarta Utara.

"Saya nggak tahu pasti karena kan sudah diambil alih Polres. Intinya polisi masih akan terus cari (pelaku)," ucapnya. (jhs)

Baca selengkapnya di Harian Warta Kota edisi Rabu, 12 September 2018

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved