Sungai yang Tercemar Berat di Jakarta Naik Menjadi 61 Persen

Pemprov DKI, akatanya, sudah menyusun dan menyiapkan roadmap, untuk segera mengembalikan sungai ke kondisi sebelumnya.

Sungai yang Tercemar Berat di Jakarta Naik Menjadi 61 Persen
WARTA KOTA/LILIS SETYANINGSIH
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah di halaman Balai Kota, Rabu (12/9/2018). 

SAAT berkunjung ke Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menginginkan sungai-sungai di Jakarta bisa bersih seperti di negeri gingseng tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sungai-sungai di Jakarta memang harus dibersihkan. Sebab, dalam kurun waktu 2014 sampai 2017, sungai yang tercemar ringan sampai sedang kualitasnya menurun, alias menjadi berat.

Ia mengatakan, kondisi kualitas air sungai di DKI Jakarta, data dari 2014 sampai 2017, mengalami perubahan cukup signifikan. Sungai yang tercemar ringan dari 23 persen turun menjadi 12 persen. Sungai yang tercemar sedang turun, dari 44 persen tahun 2014, menjadi 17 persen di tahun 2017. Sedangkan sungai yang tercemar berat, naik dari 32 persen menjadi 61 persen.

Baca: Jokowi dan Prabowo Pelukan, Sandiaga Uno Merinding

"Jadi yang sedang dan ringan itu menjadi berat, bukan turun lalu hilang. Jadi selama 2014, 2015, 2017, kita mengalami peningkatan sungai yang pencemaran berat," ungkap Anies Baswedan seusai memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah di halaman Balai Kota, Rabu (12/9/2018).

Pemprov DKI, katanya, sudah menyusun dan menyiapkan roadmap, untuk segera mengembalikan sungai ke kondisi sebelumnya. Karena, proses pencemaran terjadi dalam waktu yang cukup singkat.

"Jadi PR (Pekerjaan Rumah) kita itu bukan sekadar soal estetika, sungainya nampak indah. Tapi yang paling penting pencemaran yang terjadi di DKI selama beberapa tahun ini meningkat secara signifikan," tuturnya.

Baca: Borong 14 Medali Emas, Jokowi: Uang Negara Habis untuk Pencak Silat

Pemprov DKI akan membangun sungai sehingga menjadi ekosistem yang alamiah lagi. Indikator ekosistem yang alamiah, salah satunya satwa bisa hidup di sana.

"Indikasi paling sederhana, kalau satwa bisa berada di sungai, artinya sungai itu sehat, bersih. Nah, itulah yang disebut sebagai sungai yang alamiah, sungai yang natural. Kita akan dorong ke sana," paparnya.

Kota Jakarta sendiri dilewati 13 sungai yang semuanya bermuara di Teluk Jakarta. (*)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved