Media Sosial

SBY: Keluarga dan Sahabat Sering Tidak Tega Kalau Saya Dibully Habis

Perundungan yang ia rasakan lewat media sosial, kata SBY, merupakan risiko bagi seorang negarawan yang menjadi oposisi.

SBY: Keluarga dan Sahabat Sering Tidak Tega Kalau Saya Dibully Habis
Kompas.com
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

PRESIDEN keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya sering kali dibully oleh masyarakat yang tidak sejalan dengan pemikirannya.

Walaupun ia mengakui keluarga besar maupun sahabat tidak tega ia dibully, kritik terhadap pemerintah akan terus ia sampaikan untuk Indonesia sejahtera.

Hal itu disamapikan SBY lewat akun twiternya @SBYudhoyono pada Rabu (12/9/2018), berselang dua hari dari hari kelahirannya dan Partai Demokrat pada Minggu (9/9/2018) lalu. Perundungan yang ia rasakan lewat media sosial, kata SBY, merupakan risiko bagi seorang negarawan yang menjadi oposisi.

Baca: Zulkifli Hasan: SBY Memang Main Dua Kaki, Satu di Prabowo, Satu di Sandi

"Setiap saya sampaikan pernyataan ~ ada yg setuju & dukung, namun ada yg menentang & marah. Tapi itu risiko saya. Demokrasi kan begitu *SBY*," tulis SBY pada Rabu (12/9/2018).

"Memang keluarga & para sahabat saya sering tidak tega kalau saya 'di-bully' habis, gara-gara pandangan & saran saya kpd pemerintah *SBY*," sambungnya.

Namun, Ketua Umum Partai Demokrat itu merasa memiliki tanggung jawab besar untuk mengingatkan pemerintah demi kepentingan rakyat. Karena, senyatanya dirinya mendukung seluruh kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

"Dlm kapasitas saya sbg pemimpin Partai Demokrat, sekali-sekali saya mesti sampaikan pandangan & saran kpd negara & pemerintah *SBY*," tulis SBY.

"Saya konsisten utk dukung kebijakan & tindakan pemerintah yg tepat & pro-rakyat. Namun, saya sampaikan kritik & saran jika yg ada sebaliknya *SBY*," tegasnya.

Oleh karena itu, terkait kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, SBY mengaku akan lebih sering menyatakan pendapat. Tujuannya, agar rakyat mengetahui arah dan tujuan Partai Demokrat sebenarnya.

Baca: Lion Air Hukum Awak Kabin yang Izinkan Neno Warisman Gunakan Mikrofon Pesawat

"Sbg mantan Presiden tentu tidak etis 'tiap hari' berbicara, apalagi kalau bikin gaduh. Itu bukan karakter saya. Seringkali 'diam itu emas'. Nah, sbg pemimpin partai politik, dlm keadaan tertentu saya mesti berbicara... secara terukur & konstruktif. Ingat, "speak is silver" *SBY*," tulis SBY.

"Dlm kampanye Pemilu 2019 ini, izinkan saya utk lebih sering berbicara, agar rakyat tahu apa yg akan Demokrat lakukan jika kelak dpt amanah *SBY*," cetusnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved