Prasetio Minta Segera Keruk Sungai Mumpung Belum Musim Hujan

Pemda DKI sudah menyusun dan menyiapkan roadmap untuk segera mengembalikan ke kondisi sebelumnya.

Prasetio Minta Segera Keruk Sungai Mumpung Belum Musim Hujan
Tribunnews
Prasetio Edi Marsudi dan Anies Baswedan 

KETUA DPRD DKI Prasetio meminta Pemda DKI segera melakukan penanganan sungai sebelum masuk musim hujan.

Salah satunya melakukan pengerukan sehingga sungai menjadi lebih dalam.

Pemerintahan sebelumnya walaupun belum sempurna, namun penanganan sungai sudah terlihat.

"Kalau dibilang belum sempurna ya mungkin ada yang kurang tapi kan kalau kebijakan yang baik diteruskan akhirnya jalan, itu jangan asal beda ya," kata Prasetio yang ditemui di Gedung DPRD di Jalan kebon Sirih, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya penanganan sungai sebaiknya terus dilakukan. Ia memberikan contoh Kali Item.

Seperti sudah diberitakan, penanganan Kali Item sempat mencuat ke permukaan karena menimbulkan bau tidak sedap.

Berkaca dari Kali Item yang penanganannya masih instan, ia berharap setelah perhelatan Asian Games Kali Item diberlakukan tidak lagi instan. Mungkin bisa dikeruk atau lainnya.

Terlebih saat ini endapan Kali Item bahkan sudah bisa menumbuhkan pohon saat musim kemarau.

Mumpumg musim kemarau, sungai-sungai sebaiknya dikeruk. Alat dan orang-orangnya sudah ada.

"Kali item itu airnya belum jalan, tinggal dikeruk-keruk, dalami. Mumpung hujannya belum turun," katanya.

Begitu juga perlakuan terhadap Sungai Ciliwung.

Walaupun, kewenangannya masih terletak di Pemerintah pusat. Tapi bisa saja yang mengerjakan Pemda DKI.

"Sungai ciliwung punya pemerintah pusat. Menteri PU serahkan ke kita, bikin surat ke kita, kita kerjain, duit kita banyak kok gak usah takut. Kita beli alat banyak lho zaman pemerintahan sebelumnya, itu bisa turun kok. Sunter tembus dari Kebon Kosong. Padahal itu kan dulu nggak tembus, akhirnya diberesin. Beres-beres aja kan?," ujarnya.

Sebelumnya ketika menanggapi keinginan Presiden Joko Widodo yang menginginkan sungai di Jakarta terutama Ciliwung yang bisa sebersih Sungai Cheongyecheon di Seoul, Gubernur DKI Anies Baswedan justru memaparkan data bahwa dalam kurun waktu 2014 sampai 2017, sungai yang tercemar ringan sampai sedang kualitasnya menurun, alias menjadi berat.

Ia mengatakan, kondisi kualitas air sungai di DKI Jakarta, data dari 2014 sampai 2017, mengalami perubahan cukup signifikan.

Sungai yang tercemar ringan dari 23 persen turun menjadi 12 persen.

Sungai yang tercemar sedang turun, dari 44 persen tahun 2014 menjadi 17 persen di tahun 2017.

Tapi, sungai yang tercemar berat dari 32 persen menjadi 61 persen.

"Jadi yang sedang dan ringan itu menjadi berat, bukan turun lalu hilang. Jadi selama 2014, 2015, 2017, kita mengalami peningkatan sungai yang pencemaran berat," ujar Anies, seusai memberikan pengarahan kepada para Kepala Sekolah di Halaman Balaikota, Rabu (12/9/2018).

Pemda DKI sudah menyusun dan menyiapkan roadmap untuk segera mengembalikan ke kondisi sebelumnya karena proses pencemaran terjadi dalam waktu yang cukup singkat.

"Jadi, PR (Pekerjaan Rumah, red) kita, itu bukan sekedar soal estetika, sungainya nampak indah, tapi yang paling penting pencemaran yang terjadi di DKI selama beberapa tahun ini meningkat secara signifikan," katanya.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved