Polres Jaktim Sita Puluhan Air Softgun dari Pengembangan Tersangka Narkoba

Pihaknya mengaku hingga saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kepemilikan senjata api jenis airsoftgun ini.

Polres Jaktim Sita Puluhan Air Softgun dari Pengembangan Tersangka Narkoba
Warta Kota/Joko Supriyanto
Polres Metro Jakarta Timur menyita puluhan senjata air softgun dari pengembangan kasus tersangka Narkoba. 

Polres Metro Jakarta Timur berhasil menyita puluhan senjata air softgun dari pengembangan kasus tersangka Narkoba.

Dari pengungkapan tersebut sebanyak 2 tersangka berhasil diamankan yakni Cecep dan Sugeng.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra mengatakan bahwa barang bukti senjata jenis air softgun ini tidak dilengkapi surat kepemilikan.

Awal mula mengungkapkan tersebut, ketika anggota jajaran Resnarkoba Polres melakukan pengembangan terhadap tersangka narkoba pada Selasa (11/9/2018) lalu.

"Jadi ini awalnya ini pengembangan DPO kasus Narkoba, Sat Narkoba melakukan penyelidikan terhadap DPO kemudian hasil penyelidikan tersebut diketahui berada di suatu tempat di Pasar Rebo, Jaktim. Namun saat itu tim melakukan pengrebekan dan hasilnya menemukan puluhan air softgun dan mengamankan dua terangka salah satunya DPO yang di cari," kata Kombes Tony, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan Tony, bahwa dari hasil pemeriksaan pihaknya mengaku tidak menemukan adanya barang bukti narkoba walaupun, salah satu dari pelaku yang ditangkap terlibat kasus narkotika.

Pengungakapan tersebut pihaknya menyita sebanyak 3 pucuk air softgun laras panjang, 28 senpi berbagai bentuk, dan 32 amunisi air softgun serta dua alat servis air softgun.

"Ini senpi jenis air softgun jika digunakan dalam jarak dekat akibatnya sangat fatal. Dan barang bukti ini tidak dilengkapi adanya surat kepemilikan," ucapnya.

Dari pengakuan para pelaku, dikatakan Tony bahwa senjata air softgun tersebut adalah milik pelangganya, karena mereka mengaku bahwa telah membuka jasa servis air softgun. Bahkan bisnis tersebut sudah lama berjalan.

Dari servis tersebut, para pelaku dikatakan Tony untuk sekali servis berkisar Rp. 100.000 perpucuk.

Pihaknya mengaku hingga saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kepemilikan senjata api jenis airsoftgun ini.

"Kita masih melakukan pendalaman, apakah kedua pelaku yang kita amankan ini hanya sebagai jasa servis saja, atau juga bersekongkol dengan pelaku curas, curat dan curanmon, atau juga terlibat sindikat peredaran narkoba," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved