Order Makin Sepi, Driver Online Ngelus Dada: Persaingan Semakin Ketat

Semakin banyaknya masyarakat yang beralih menjadi driver taksi berbasis aplikasi, membuat persaingan mendapatkan order semakin ketat.

Order Makin Sepi, Driver Online Ngelus Dada: Persaingan Semakin Ketat
Warta Kota/Feryanto Hadi
ratusan driver online se-Jabodetabek menggelar unjuk rasa ke para perusahaan aplikator, Go-Jek, Rabu (12/9/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU---Semakin banyaknya masyarakat yang beralih menjadi driver taksi berbasis aplikasi, membuat persaingan mendapatkan order semakin ketat.

Akibatnya, banyak driver kelimpungan lantaran penghasilan mereka menurun drastis dibandingan setahun atau dua tahun lalu.

Salah satu driver bernama Welly (60) berkisah, setahun lalu ia bisa meraup pendapatan Rp 8 juta dalam satu bulan dengan pendapatan bersih sekitar Rp 6 juta.

Baca: Kasus Penipuan Toko Online, Bela Hasilkan Ratusan Juta Hasil Penipuan Bermodus Jual Beli Online

Saat itu, ia bersama sejumlah rekannya begitu menikmati pekerjaan tersebut.

"Tapi sekarang dapat bersih Rp 6 juta itu susah banget. Karena sekarang driver sudah sangat banyak. Ibaratnya kuenya sama tapi yang makan terus bertambah. Jadi anyep sekarang harus kerja keras siang malam untuk nafkahin keluarga," kata Welly ditemui di sela aksi demonstrasi para driver online di kantor Go-Jek Indonesia, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Welly mengatakan, nasibnya masih lebih baik ketimpang banyak driver lain.

Sebab, selama ini ia menggunakan mobil pribadi sedangkan banyak driver lain nekat membeli mobil secara kredit.

Baca: Kantor Go-jek Digeruduk Driver Online, Ini Keberatan Mereka

"Cicilan perbulan itu Rp 4,5 juta. Sedangkan pendapatan antara Rp 5juta-Rp 6 juta. Banyak mobil kawan-kawan saya yang ditarik leasing karena tak kuat bayar. Mereka sekarang pada nganggur lagi," kata Welly.

Keprihatinan inilah yang menggerakkan Welly bersama ratusan driver online se-Jabodetabek menggelar unjuk rasa ke para perusahaan aplikator, Grab dan Go- Jek. Mereka menuntut adanya keadilan.

Pada Senin lalu, massa gabungan driver taksi online dan roda dua yang menamakan diri sebagai Gerhana (Gerakan Hantam Aplikasi Nakal) menggeruduk kantor Grab Indonesia di Kuningan. Pada Rabu siang, giliran kantor Go-Jek Indonesia didatangi.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved