Kepala Sekolah ini di Mata Anies Baswedan Sangat Istimewa, Siapa Dia ya?

Sebelum banyak orang mematuhi menggunakan helm, kepala sekolah yang biasa disapa Anton ini sudah menggunakan helm.

Kepala Sekolah ini di Mata Anies Baswedan Sangat Istimewa, Siapa Dia ya?
WARTA KOTA/LILIS SETYANINGSIH
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah di halaman Balai Kota, Rabu (12/9/2018). 

GURU dan kepala sekolah sering jadi pembicaraan sepanjang masa murid. Dari semua guru, tentu saja yang paling killer atau terbaik yang paling diingat.

Gubernur DKI Anies Baswedan juga punya Kepala Sekolah yang hingga masih diingatnya.

Anies menceritakan tahun 1987, saat SMA di SMA 2 Yogyakarta punya Kepala Sekolah yang hingga kini diingatnya, bernama Wahyuantono. Apa istimewanya?

Sebelum banyak orang mematuhi menggunakan helm, kepala sekolah yang biasa disapa Anton ini sudah menggunakan helm.

Ia selalu datang pukul 06.00 dan motor vespa selalu diparkir di ujung dekat sekolah.

Setiap orang akan tahu bahwa, kepala sekolah sudah datang.

Setelah itu keliling sekolah memastikan lingkungan sekolah bersih.

Pukul 6.30 menyapa semua murid yang baru datang. Setengah jam kemudian, pukul 07.00 pagar ditutup.

Setelah pagar ditutup, Pak anton bukan masuk tapi menyapa murid yang telat. Kenapa bisa telat?

Bukan untuk diberi hukuman tapi diberi wejangan agar jangan telat lagi.

Kalau ada masalah dengan rumah, ia akan mengontak orangtuanya. Dalam waktu satu tahun, menjadi sekolah terbaik.

Anies menceritakan kepala sekolahnya itu saat memberikan pengarahan kepada kepala TPA, TK, SD, SMP, SMA, SLB Negeri, dan Kepala PKBM Negeri di halaman Balaikota, Rabu, (12/9/2018).

Suasana pengarahan kepada kepala TPA, TK, SD, SMP, SMA, SLB Negeri, dan Kepala PKBM Negeri oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, di halaman Balaikota, Rabu, (12/9/2018).
Suasana pengarahan kepada kepala TPA, TK, SD, SMP, SMA, SLB Negeri, dan Kepala PKBM Negeri oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, di halaman Balaikota, Rabu, (12/9/2018). (Wartakotalive.com/Lilis Setyaningsih)

Plt Dinas Pendidikan DKI Bowo Irianto mengatakan, ada 721 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang sudah dilantik pada Senin (10/9/2018) di Auditorium Nyi Ageng Serang, Kuningan Jakarta Selatan.

Ke 721 kepala sekolah itu meliputi 32 TK negeri, 516 SDN, 92 SMPN, 17 SMK, SLBN 4, TPA 2, dan PKBM 11.

Dari jumlah tersebut, 501 kepala sekolah yang dirotasi dan 220 kepala sekolah yang mendapat promosi.

Soelaiman dari SDN Cipedak 05 Jakarta Selatan mengaku cerita Gubernur sangat menginspirasinya. Kepala sekolah harus menjadi contoh dan teladan.

Untung apa yang diceritakan Anies tentang kepala sekolahnya sebagian sudah dilakukan.

"Sudah melaksanakan. Mengontrol sekolah sudah. Salaman kepada murid juga sudah jadi kebiasaan. Senyum sapa salam. Orangtua yang mengantar juga jadi senang," kata Soelaiman yang sebelumnya jadi wakil kepala sekolah SDN Cipedak 05 ini.

Hampir sama dikemukakan Suryati, Kepala Sekolah SDN Rawabadak Utara 07 Jakarta Utara.

"Saya juga ingin dikenang terus sama murid-murid. Pembiasaan seperti menyalami murid tiap pagi sudah dilakukan," kata Suryati yang ditemui di kesempatan yang sama.

Bahkan tiap Jumat juga dilakukan salat Dhuha berjamaah.

Saat waktu shalat dzuhur juga dilakukan salat berjamaah secara bergantian, mengingat luas musala hanya seluas 6x6 meter. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved