Kembalinya Timothy Jadi Kunci Kemenangan Skipi Dalam Event Honda DBL DKI Jakarta

Tim putra SMA IPEKA Puri Jakarta sukses melanjutkan langkahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018.

Kembalinya Timothy Jadi Kunci Kemenangan Skipi Dalam Event Honda DBL DKI Jakarta
Istimewa
TANGGUH: Darryl Sebastian (kanan) mencetak 21 poin untuk SMA Bukit Sion dalam lanjutan pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Sereis 2018 - West Region di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Selasa (11/9). 

TIM putra SMA IPEKA Puri Jakarta sukses melanjutkan langkahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region.

Kepastian ini mereka petik, setelah menundukkan SMAN 17 Jakarta, dengan keunggulan 4917, di GOR Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat, Selasa (11/9).

Anak-anak Skipi (julukan SMA IPEKA Puri) sangat mendominasi jalannya laga ini. Tim polesan Fredi Sabera itu tampil dengan kekuatan penuh.

Salah satu pemain andalan Skipi, Timothy Henry Putra telah kembali dari cidera yang dideranya. Bergabungnya kembali Timmy menjadi pembeda permainan Skipi.

BLOCKING: Pemain SMAN 17, Aris Kurniawan (jersey nomor 4) berhasil membendung percobaan layup dari Pemain SMA IPEKA Puri, Timothy Henry Putra (jersey nomor 25).
BLOCKING: Pemain SMAN 17, Aris Kurniawan (jersey nomor 4) berhasil membendung percobaan layup dari Pemain SMA IPEKA Puri, Timothy Henry Putra (jersey nomor 25). (Istimewa)

Di dua menit terakhir kuarter pertama Skipi sudah melesat meninggalkan SMAN 17. Skor kuarter pertama pun berakhir 12-2 untuk Skipi.

Bak mesin diesel, Skipi semakin panas di kuarter selanjutnya. Mereka terus melancarkan serangan kepada lawan.

Terlihat pada kuarter ketiga Timothy sangat mendominasi poin untuk Skipi, lewat 17 poin berhasil dicetaknya sore kemarin.

Apskor (julukan SMAN 17) terus mencari cara untuk keluar dari tekanan. Namun, justru kelelahan terlihat dari para pemain Apskor dalam meladeni permainan cepat Skpi.

Salah satu otak serangan Apskor, Rizki juga terlihat kelelahan meladeni gempuran sang lawan. Hingga pertandingan usai, kemenangan 49-17 untuk Skipi atas Apskor.

Vendy Yezehkiel, pelatih kepala Apskor mengaku mewajarkan kekalahan yang diterima oleh timnya.

“Kekalahan ini jadi evaluasi kita di tahun depan. Persiapan yang minim jadi masalah utama. Pengalaman ini sangat berharga untuk kita,” jelas pelatih yang akrab disapa Coach Ice itu.

Selain itu sang pelatih mengakui, dari segi materi pemain timnya sangat kurang. “Kami menurunkan anak-anak kelas X, mungkin tahun depan mereka bisa lebih matang mengikuti kompetisi seketat Honda DBL ini,” cetusnya.

***

DUEL sengit sarat gengsi tersaji pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - West Region di GOR Lokasari, Senin kemarin (10/9).

Dua sekolah yang dipisahkan oleh Kali Besar ini, SMAN 2 dan SMAN 19, harus saling bentrok demi memuluskan langkah ke fase selanjutnya.

Layaknya partai derby, tak ada yang mau mengalah demi menjaga gengsi. Sejak tip off, kedua tim tampil ngotot. Saling balas berbalas poin, mulai kuarter pertama hingga kuarter ketiga.

Dua sekolah yang dipisahkan oleh Kali Besar ini, SMAN 2 dan SMAN 19, harus saling bentrok demi memuluskan langkah ke fase selanjutnya.
Dua sekolah yang dipisahkan oleh Kali Besar ini, SMAN 2 dan SMAN 19, harus saling bentrok demi memuluskan langkah ke fase selanjutnya. (Istimewa)

Macetnya mesin poin SMAN 19 pada kuarter keempat, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Smandu (julukan SMAN 2). Derby Kali Besar ini akhirnya menjadi milik Smandu, dengan keunggulan 22-13.

Aroma rivalitas panas sudah tercium bahkan sebelum dimulainya pertandingan. Kedua kapten tim bersemangat untuk unjuk gigi satu sama lain.

“Kita sering sekali ikut kejuaraan bareng tapi nggak pernah bertemu. Ini memang pertandingan yang sudah kita tunggu-tunggu sejak drawing,” ujar Malvin Hariayanto, kapten dari SMAN 2 Jakarta.

Sejak tip-off pertandingan duel sengit langsung terjadi. Papan skor belum berubah di 1 menit awal. Kedua tim sama-sama menunjukan kemampuan defensif yang ketat.

Hal ini menyebabkan kecilnya jumlah poin yang dihasilkan oleh kedua tim. Dukungan penuh dari kedua supporter juga semakin menambahkan aroma persaingan ketat dari kedua tim. Kuarter pertama ditutup dengan skor 2-2.

Beranjak ke kuarter kedua, scoreboard pun mulai silih berganti. Billy Hansen, guard SMAN 19 tampil mengganas dan membawa Capkaw (julukan tim SMAN 19) unggul di menit delapan skor 7-6.

Keunggulan Capkaw tak mampu bertahan lama, silih berganti kedua tim mencetak poin untuk tim kesayangannya.

Drive menusuk khas point guard Nico mampu membawa mereka leading di kuarter ketiga 11-15 Smandu (julukan SMAN 2) mengembalikan keadaan. Selama kuarter ketiga, Smandu memegang kendali permainan.

Tim polesan Rudi Ohandi itu di atas angin. Kelelahan tersemat di raut wajah para punggawa Capkaw.

Detorit pun terus berlari tak terkejar, lagi-lagi Nico membuat penetrasi untuk menyelesaikannya melalui under ring dengan torehan poin total raihan 8 poin.

Pada kuarter pamungkas, Nico terkena foul-out di menit-menit terakhir. Sadar mesin skor lawan terkena foul-out membuat Capkaw berkesempatan untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Smandu beberapa kali meminta timeout ketika kehilangan momentum menjelang akhir pertandingan. Penjagaan ketat Smandu terfokus pada Billy Hansel, untuk mencegah mereka mendulang poin.

Tapi, kerapihan dan ketenangan barisan pertahanan Smandu berhasil membendung perolehan poin Capkaw.

Duel saudara kakak adik Stephen Sanjaya Prischou dari SMAN 2 dan Marsellino Surya Prischou  pemain SMAN 19 di paint area ini makin memanaskan suasana.

Sang kakak yang melakukan post-up lalu melakukan putaran dan mencetak poin menutup kemenangan Smandu atas Capkaw dengan skor akhir 22-13.

“Kedepannya kami harus berlatih defense lebih keras lagi. Kami juga harus bermain lebih tenang, ini evaluasi untuk tahun depan,” ucap head coach Capkaw Herman seusai pertandingan berakhir. (*)

Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help