Home »

News

Kantor Go-jek Digeruduk Driver Online, Ini Keberatan Mereka

Demonstran marah lantaran selama ini para driver lebih banyak dirugikan dengan sejumlah kebijakan aplikator.

Kantor Go-jek Digeruduk Driver Online, Ini Keberatan Mereka
Warta Kota
unjuk rasa di Kantor Go Jek 

Para pengemudi daring individu se-Jabodetabek yang berafiliasi dalam Gerakan Jabodetabek Bersatu kembali menggelar unjuk rasa.

Setelah pada Senin (10/9/2018) lalu mereka mendatangi kantor Grab Indonesia di bilangan Kuningan, pada Selasa (12/9/2018) mereka menggeruduk kantor Gojek Indonesia di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.

Ratusan massa mulai memadati area Pasaraya sekitar 10.30 dan segera menggelar orasi.

Salah satu orator, Sunari, menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Pertama, menagih janji aplikator, kedua, menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi, ketiga, menolak keras eksploitasi terhadap driver online. Keempat menolak keras kartelisasi dan monopoli bisnis transportasi online. Kelima, bila aplikator tidak memenuhi tuntutan kami, maka Kami akan meminta kepada pemerintah agar mengusir Grab dan Gojek dari bumi pertiwi dan membuatkan aplikasi pemerintah," teriak Sunari di mobil komando.

Demonstran marah lantaran selama ini para driver lebih banyak dirugikan dengan sejumlah kebijakan aplikator.

"Pelanggaran oleh penumpang, driver yang mendapatkan hukuman. Kesalahan pada server, kamilah yang
mendapatkan hukuman. Menolak order karena kami membutuhkan istirahat, kami pun mendapatkan
hukuman," ujar Dedi.

Menurutnya, semua itu terjadi karena peraturan yang dibuat oleh aplikasi selalu sepihak tanpa melibatkan
kami para pengemudi R2 dan R4. Sumber malapetakanya adalah hubungan kemitraan yang tidak
berimbang.

"Perjanjian kemitraan antara aplikasi dan mitra tidak sesuai dengan PP Kemitraan No. 17 tahun
2013. Inilah kenakalan awal dari Aplikasi," katanya.

Di samping itu, kenakalan aplikasi terus menerus berlanjut dengan tidak mematuhi peraturan Kementerian
Perhubungan untuk menghentikan perekrutan pengemudi, menentukan besaran tarif dan menentukan
besaran hasil pengemudi sejak PMHUB No. 32 tahun 2016, PMHUB 26 tahun 2017 dan PMHUB 108 tahun
2018.

Demonstran juga menyesalkan, bahkan pimpinan tertinggi negara ini pun tidak diindahkan oleh para aplikasi ketika para ojek online beraudiensi setelah ujuk rasa besar-besaran pada Maret 2018. Presiden Joko Widodo telah meminta para menteri terkait untuk memfasilitasi utusan Ojol agar terpenuhi tuntutan kesejahteraan
para Ojol.

"Hingga detik ini belum ada realisasi kedua belah pihak aplikasi untuk mematuhi pimpinan
tertinggi negara ini," imbuhnya.

Juru Bicara aksi, Dedi mengungkapkan, saat ini para pengemudi daring individu sulit mendapatkan order dikarenakan adanya priority bidding atau prioritas pemberian order kepada pihak-pihak tertentu.

"Priority Bidding ini jelas-jelas melanggar Undang- Lundang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995. Aksi priority bidding ini tidak hanya diberikan kepada pengemudi khusus tetapi juga diberikan kepada pengemudi taksi konvensional yang memiliki tarif lebih tinggi dari pada transportasi daring," katanya.

Pelanggaran Undang-undang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995 tidak
hanya sebatas priority bidding. Para aplikasi raksasa telah membunuh puluhan aplikasi anak bangsa yang coba menjadi pesaing mereka melalui promo-promo kepada pengemudi dan penumpang. Pesaing dengan
modal kecil dan terbatas ini tidak mampu bersaing dengan promo.

"Salah satu nyawa dari Undang-undang
Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995 adalah memberikan seluas-seluasnya
kesempatan bagi para pelaku usaha untuk bersaing dengan secara sehat," sebutnya lagi.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiayadi yang hadir di tengah-tengah demonstran mengungkapkan, pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah point tuntutan.

"Saya sudah mendengarkan aspirasi. Saya sebagai pihak pemerintah menyangkut masalah perusahaan aplikasi menjadi transportasi, kita belum punya konsep yang masih digodok. Sekarang sedang dilakukan kajian. Kedua, bahwa tiap ada kegiatan soal pembahasan program bisnis taksi Online, akan melibatkan teman-teman teman Gerhana," ungkapnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help