Kantor Go-jek Digeruduk Driver Online, Ini Keberatan Mereka

Demonstran marah lantaran selama ini para driver lebih banyak dirugikan dengan sejumlah kebijakan aplikator.

Kantor Go-jek Digeruduk Driver Online, Ini Keberatan Mereka
Warta Kota
unjuk rasa di Kantor Go Jek 

Demonstran juga menyesalkan, bahkan pimpinan tertinggi negara ini pun tidak diindahkan oleh para aplikasi ketika para ojek online beraudiensi setelah ujuk rasa besar-besaran pada Maret 2018. Presiden Joko Widodo telah meminta para menteri terkait untuk memfasilitasi utusan Ojol agar terpenuhi tuntutan kesejahteraan
para Ojol.

"Hingga detik ini belum ada realisasi kedua belah pihak aplikasi untuk mematuhi pimpinan
tertinggi negara ini," imbuhnya.

Juru Bicara aksi, Dedi mengungkapkan, saat ini para pengemudi daring individu sulit mendapatkan order dikarenakan adanya priority bidding atau prioritas pemberian order kepada pihak-pihak tertentu.

"Priority Bidding ini jelas-jelas melanggar Undang- Lundang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995. Aksi priority bidding ini tidak hanya diberikan kepada pengemudi khusus tetapi juga diberikan kepada pengemudi taksi konvensional yang memiliki tarif lebih tinggi dari pada transportasi daring," katanya.

Pelanggaran Undang-undang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995 tidak
hanya sebatas priority bidding. Para aplikasi raksasa telah membunuh puluhan aplikasi anak bangsa yang coba menjadi pesaing mereka melalui promo-promo kepada pengemudi dan penumpang. Pesaing dengan
modal kecil dan terbatas ini tidak mampu bersaing dengan promo.

"Salah satu nyawa dari Undang-undang
Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat No. 5 tahun 1995 adalah memberikan seluas-seluasnya
kesempatan bagi para pelaku usaha untuk bersaing dengan secara sehat," sebutnya lagi.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiayadi yang hadir di tengah-tengah demonstran mengungkapkan, pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah point tuntutan.

"Saya sudah mendengarkan aspirasi. Saya sebagai pihak pemerintah menyangkut masalah perusahaan aplikasi menjadi transportasi, kita belum punya konsep yang masih digodok. Sekarang sedang dilakukan kajian. Kedua, bahwa tiap ada kegiatan soal pembahasan program bisnis taksi Online, akan melibatkan teman-teman teman Gerhana," ungkapnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved