Heran Kemenpora Tidak Lapor Polisi, Hotman Paris Bandingkan Roy Suryo dengan Nenek Pencuri Buah

Dalam kasus ini, hanya ada dua pilihan, yakni dikembalikan atau masuk ke proses penyidikan.

Heran Kemenpora Tidak Lapor Polisi, Hotman Paris Bandingkan Roy Suryo dengan Nenek Pencuri Buah
WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha dan Instagram @hotmanparisofficial
Roy Suryo dan Hotman Paris Hutapea. 

PENGACARA kondang Hotman Paris Hutapea kembali mengomentari kasus dugaan ribuan barang Kemenpora yang belum dikembalikan oleh politikus Partai Demokrat Roy Suryo.

Sebagai pengacara kondang yang bergelut dengan masalah hukum selama puluhan tahun, Hotman Paris Hutapea memberikan pandangan mengenai rencana mediasi yang diungkapkan oleh salah satu pejabat Kemenpora.

Menurut Hotman Paris Hutapea, tidak ada istilah mediasi dalam kasus Barang Milik Negara (BMN) yang diduga belum dikembalikan oleh Roy Suryo semasa menjabat sebagai Menpora era SBY.

Baca: Kuasa Hukumnya Bertemu Sekretaris Menpora, Roy Suryo Tidak Ikut karena Tak Dapat Tiket

Dalam kasus ini, hanya ada dua pilihan, yakni dikembalikan atau masuk ke proses penyidikan. Hotman Paris Hutapea merasa heran dengan sikap Kemenpora yang tidak berani melaporkan Roy Suryo kepada aparat kepolisian.

Padahal, jika benar adanya, berarti barang tersebut sudah berada di tangan Roy Suryo hampir empat tahun lamanya, sejak yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai Menpora.

Berikut ini pernyataan lengkap Hotman Paris Hutapea yang diunggah dalam video melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial pada Rabu (12/9/2018) pagi.

Baca: KPK Sarankan Roy Suryo Kembalikan Aset Kemenpora, Kuasa Hukum: Kalau Barangnya Masih Ada

"Salam subuh dari kantor Hotman Paris. Kuliah subuh hari ini adalah mengenai aspek hukum apakah pengembalian aset negara bisa dimediasikan. Pejabat Kemenpora mengatakan di TV akan ada mediasi. Jawabannya adalah tidak ada istilah mediasi dalam pengembalian aset negara. Hanya ada dua pilihan. Kalau benar itu aset belum dikembalikan, dikembalikan, atau proses penyidikan. Saya juga tidak mengerti kenapa sudah hampir empat tahun Kemenpora tidak berani mengajukan laporan ke polisi atas pengembalian aset tersebut. Jangan lupa rakyat jelata, ibu 80 tahun ada yang diadili hanya gara-gara mencuri satu buah. Baru-baru ini ada kakek-kakek ditangkap karena kurir narkoba demi perkawinan anak kesayangannya, membiayainya."

Hotman Paris Hutapea sebelumnya juga berkomentar pedas dan nyinyir terkait Roy Suryo dalam tiga video yang ia posting di akun instagramnya @hotmanparisofficial.

Di video pertamanya, Hotman Paris menjelaskan bahwa Roy Suryo sudah meninggalkan rumah dinas sejak Oktober 2014.

Kemudian, Kemenpora mendesak Roy Suryo mengembalikan aset-aset Kemenpora pada tahun 2016. Tapi Roy Suryo kemudian mengembalikannya hanya sebesar Rp 500 juta saja. Padahal, total aset Kemenpora yang dipegang Roy Suryo bernilai total Rp 9 milliar.

"Berarti ada inventaris yang dibawa atau sengaja kebawa. Sakit perut mau muntah saya setiap lihat berita itu (Roy Suryo)," ujar Homan Paris Hutapea.

Hotman Paris Hutapea pun menyarankan agar Roy Suryo datang saja ke dirinya apabila yang dibawa hanya aset-aset semurah itu.

Baca: Anies Baswedan Pastikan Pemprov DKI Jakarta Berikan Bantuan Hukum kepada Teguh Hendrawan

"Kalau memang hanya level pompa air atau matras datanglah ke Hotman Paris, saya kasih satu truk," ucap Hotman Paris Hutapea.

Menurut Hotman Paris Hutapea, sebaiknya Roy Suryo jangan pakai jas di tv kalau pompa air dan matras saja jadi persoalan.

"Nih Rolex gw kasih lu. Langsung bisa beli matras sama pompa air 2000 kali ya," kata Hotman Paris Hutapea.

Baca: Pimpinan KPK Mengaku Diusir Saat Tonton Pertandingan Asian Games 2018, Ini Kata Inasgoc

Di video berikutnya, Hotman Paris Hutapea berdiri di sebuah toilet dan menunjukkan betapa murahnya barang-barang aset Kemenpora yang tidak dikembalikan Roy Suryo.

Bahkan, saking kesalnya Roy Suryo sampai menunjukkan sebuah pompa butut sambil memukulnya berulang kali.

Di video berikutnya, Roy Suryo bersama para orang kaya di Kelapa Gading berbicara bersama soal Roy Suryo yang membawa kabur aset Kemenpora.

Baca: Sebut Hatersnya Masih Bocah, Iis Dahlia: Anak Kecil Mana Ngerti Sih Permasalahan Hidup

"Jangan-jangan aset Kemenpora itu dibeli tapi tidak masuk rumah dinas. Jangan-jangan ya, kita tidak tahu. Karena kalau sampai 3.000 item ini enggak mungkin masuk rumah dinas," ulas Hotman Paris Hutapea.

Makanya, kata Hotman Paris Hutapea, KPK perlu segera menyelidiki kasus yang ia nilai amat lucu tersebut.

"Perlu segera KPK turun, periksa bonnya waktu pembelian aset tersebut. Sesudah itu dicek ke mana aset itu dibawa dulu. Karena tidak mungkin 3.000 item masuk rumah dinas. Jadi dilihat dulu bon pembeliannya," beber Hotman Paris Hutapea.

Baca: Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lahan Warga, Teguh Hendrawan: Saya Bingung, Harus Bagaimana Lagi Ya?

Dalam video sebelumnya, Hotman Paris Hutapea menjelaskan dua analisa hukum terkait kasus tersebut.

Analisa pertama, jika inventaris yang dimaksud benar-benar ada dan tidak dikembalikan. Analisa yang kedua, jika inventaris yang dimaksud benar-benar ada dan dikembalikan.

Apabila yang terjadi sesuai analisa pertama, menurut Hotman Paris Hutapea, polisi berhak turun tangan menangani kasus tersebut.

Baca: Beda Ucapan dari Anies Baswedan, Kabiro Hukum DKI Takkan Berikan Bantuan kepada Teguh Hendrawan

Apabila kejadiannya seperti analisa yang kedua, maka terdapat kerugian negara terhitung sejak tanggal seharusnya dikembalikan.

Hotman Paris Hutapea membandingkan kasus Roy Suryo yang diduga tidak mengembalikan 3.226 Barang Milik Negara, dengan kasus seorang nenek yang diadili hanya gara-gara mencuri satu buah atau satu batang pohon dari kebun orang lain.

Menurut Hotman Paris Hutapea, Kemenpora disarankan untuk memakai jasa inang-inang Pasar Inpres Senen untuk mengaudit masa pakai suatu barang.

Baca: Jokowi-Prabowo Berpelukan, Ini Dialog yang Diimajinasikan Warganet

Berikut ini komentar lengkap Hotman Paris Hutapea yang diunggah melalui sebuah video dalam akun Instagramnya @hotmanparisofficial pada Senin (10/9/2018) pagi.

"Kuliah hukum dari kantor Hotman Paris jam 5 subuh, analisa hukum kasus inventaris Kemenpora.

Analisa hukum yang pertama, kalau benar ada inventaris tersebut dan tidak dikembalikan apakah polisi berhak mendidiknya? Jawabannya berhak. Sebagai contoh nenek umur 80 tahun pernah diadili hanya gara-gara mencuri satu buah dari kebun orang, atau sebuah pohon.

Analisa hukum yang kedua, kalau benar inventaris tersebut ada dan dikembalikan berarti sudah dua tahun masa manfaatnya hilang dan tidak dapat digunakan oleh negara. Apakah itu kerugian negara? Jelas itu kerugian negara juga. Ini semua dugaan kalau benar ada inventaris tersebut.

Kepada Kemenpora saya sarankan untuk mendatangkan tenaga ahli dari Pasar Inpres yaitu berupa inang-inang yang bisa membedakan garpu sendok dan ember sebagainya agar tahu masa manfaatnya."

Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar segera mengurusi anak buahnya, Roy Suryo.

Baca: Prabowo dan Jokowi Berpelukan, Peter F Gontha Sudah Tahu Duluan Lewat Mimpi

Permintaan itu disampaikan Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial pada Sabtu (8/9/2018), demi nama baik SBY dan Partai Demokrat.

"Halo Bapak SBY, nonton TV enggak? Katanya, diduga anak buah Bapak, kata BPK lho. Katanya ada beberapa perabot-perabot yang belum dikembalikan ke negara. Sendok, garpu, kali gue enggak tahu sih, masih diduga. Tapi ini kan menyangkut nama baik Bapak SBY. Tolong diusut bener enggak."

"Masa kita tiap hari lihat kalian politisi di TV bukan main idealnya, tapi yang begini-begini kok bisa raib? Dan kebetulan itu adalah oknumnya di organisasi Bapak. Kalau benar, ini kan diduga. Kalau nyolong berlian, oke enggak apa-apa.Tapi ini kan garpu sendok," paparnya. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved