Media Sosial

Gus Nuril Sebut Banser Lebih Nasrani Dibandingkan Umat Kristen, Warganet Debat Kusir

Pernyataan Gus Nuril memicu perdebatan dalam masyarakat, sekaligus mengaitkan posisi NU sebagai pendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Gus Nuril Sebut Banser Lebih Nasrani Dibandingkan Umat Kristen, Warganet Debat Kusir
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gus Nuril memberikan tausiah di acara Merajut Silaturahmi dalam Kemajemukan di UKI, Senin (28/5/2018). 

KETUA Patriot Garuda Nusantara Nuril Arifin Husein atau akrab disapa Gus Nuril, menyebut Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), lebih Nasrani dibandingkan Umat Nasrani.

Hal itu disampaikan Gus Nuril dalam video yang diunggah oleh Relawan #2019GantiPresiden, Agus Susanto, lewat akun @cobeh09, Rabu (12/9/2018).

Lewat statusnya, Agus menuliskan pernyataan pemimpin Pesantren Sokotunggal Semarang itu, saat ceramah di Gereja Bethani Tayu, Pati, Jawa Tengah.

"Ceramah Gus Nuril Di Gereja Bethani Tayu, Pati, Jawa Tengah. 'Banser Lebih Nasrani Dari Orang Nasrani'," tulis Agus Susanto.

Statusnya itu merujuk ceramah pimpinan NU itu, yang menyebut Banser NU lebih Kristen dibandingkan Umat Nasrani sekalipun.

"Wali Songo itu merangkum ajaran  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang ketika mau melakukan dakwah itu pertama mengumpulkan orang Hindu, orang Majusi, Zoroaster, orang Buddha, orang Shabiin, Katolik, dan orang Nasrani. Maka disebut Nasrani, dan sampeyan seharusnya bangga, sebenarnya nasrani itu nasro, nas-penolong, ni-aku, yang menolongku. Jadi maknanya Nasrani itu yang menolongku," tutur Gus Nuril dalam video.

"Maka yang pake seragam Banser itu adalah Barisan Ansor Serbaguna, dari kata Anshor, Anshor adalah penolong. Jadi sing (yang) lebih kristen apa wa lebih nasrani itu ya Anshor itu," jelasnya disambut tepukan tangan.

Baca: Dituding Andi Arief Malas dan Tidak Serius, Ketua Bawaslu: Kami Sudah Undang, kenapa Tak Datang?

Pernyataan Gus Nuril memicu perdebatan dalam masyarakat, sekaligus mengaitkan posisi NU sebagai pendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sebagian besar menyebut Nahdlatul Ulama bukan muslim seutuhnya, sebagian lainnya menyebut pernyataan Gus Nuril merupakan bukti besarnya toleransi Umat Islam kepada pemeluk agama lain.

"Pada saat di berkumpul dengan orang muslim dia mengaku sebagai muslim.. tapi saat dia berkumpul dengan orang non muslim dia mengolok olok orang muslim.. Insha Allah tahukan maksud sy bro @santosook378 Semoga Allah kuatkan Iman Islam kita," tulis Adi Apriadi Akbari lewat akun @apriadi_a.

"Dan Apabila Mereka Berjumpa Dgn Orang-2 Yg Ber­iman, Mereka Berkata:
'Kami Ini Telah Beriman', Dan Apabila Mereka Telah Bersendirian Dengan Setan-2, Mereka Katakan: 'Sesungguh­nya Kami Adalah (Tetap) Bersama Kamu,
Kami Ini Hanyalah Mengolok-2kan Mereka Itu' - Al-Baqarah 14," balas Agus Susanto.

"Setahu saya, istilah NASRANI atau NASHORO itu diambil dari nama wilayah, NAZARETH. Nashoro itu kaum dari Nazareth. Saya baru tahu kalau NASRANI itu diambil dari NASRA (penolong) dan NI (saya). Jadi krn itu, BANSER dianggap lebih NASRANI ketimbang umat Nasrani itu sendiri?," balas Anna Suzan lewat akun @AnnaSuezann. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved