Gara-gara Pantun Surga-Neraka, Farhat Abbas Ditegur Sekjen PKB

Namun pada pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut sudah lenyap dan tidak tersedia lagi di akun Instagram @farhatabbastv226.

Gara-gara Pantun Surga-Neraka, Farhat Abbas Ditegur Sekjen PKB
Farhat Abbas. (Foto: Instagram @farhatabbastv226) 

ARTIS sekaligus pengacara, Farhat Abbas merupakan satu diantara ratusan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu Joko Widodo dan Maruf Amin untuk Pilpres 2019.

Farhat Abbas terpilih sebagai salah satu juru bicara Jokowi setelah dirinya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk ikut serta dalam pemilihan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat VI Depok dan Kota Bekasi.

Sejak menjadi jubir Jokowi, Farhat Abbas semakin aktif di akun Instagramnya @farhatabbastv226.

Melalui jejaring media sosial itu, Farhat Abbas tidak hanya mempromosikan Jokowi-Maruf, tapi juga mengkritisi kubu sebelah dengan serangan verbal dan tulisan.

Baru-baru ini Farhat Abbas melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi.

Mantan suami penyanyi Nia Daniati itu mengungkapkan bahwa Jokowi adalah presiden yang akan menuntun Indonesia menuju surga.

Sebaliknya, mereka yang tidak memilih Jokowi akan masuk neraka.

"Yang pilih Pak Jokowi masuk surga. Yang gak pilih Pak Jokowi dan yang menghina, fitnah & nyinyirin Pak Jokowi bakal masuk neraka!" Demikian tulis Farhat Abbas, Rabu (12/9/2018).

Namun pada pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut sudah lenyap dan tidak tersedia lagi di akun Instagram @farhatabbastv226.

Dalam unggahan terbarunya, Farhat Abbas menyatakan permintaan maafnya karena ditegur oleh Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.

"Sehubungan dengan beredarnya pantun saya, 'pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka', saya ditegur Sekjen PKB Pak Abdul Kadir Karding Yth agar tidak menggunakan kalimat2 yang membully/menghina calon presiden. Saya minta maaf atas pantun yang membuat sebagian orang gagal paham," tulis Farhat Abbas.

Sebelumnya, Farhat Abbas juga menyerang SBY dan Partai Demokrat. Ia meyinggung AHY yang tidak jadi salah satu calon wakil presiden.

Farhat Abbas juga menyoroti minimnya peran Partai Demokrat dalam koalisi partai pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Farhat Abbas mengimbau agar seluruh kader Partai Demokrat mengikuti jejak Gubernur Papua Lukas Enembe dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar yang mendukung Jokowi.

"Pilih dan dukung Jokowi saja 2 Periode. Urusan Ibu Megawati nanti gue yg urus. Gue damaikan & satukan hatinya ama Pak SBY. Udah tua-tua wajib damai di dunia damai di akhirat. Hidup hanya sekali harus saling peduli. Maree bersatu buat keutuhan bangsa. (Farhat Abbas - Jubir)." Demikian tulis Farhat Abbas.

Selain itu menurut Farhat Abbas, seperti halnya Partai Demokrat, tidak ada kewajiban kader Partai Gerindra, PKS dan PAN untuk memilih dan mendukung Prabowo-Sandi.

Para kader partai tersebut harus mengikuti pilihan hati nuraninya jika memilih pasangan Jokowi-Maruf.

"Itu Suara Demokrasi Hati Rakyat! Ikuti suara hatimu! Tak perlu dengar suara dan kicauan nyinyir fadli zon dan fahri hamzah ! Maree pilih capres yang bekerja untuk Indonesia! Bukan yang cuma naik sepeda atau naik kuda santai santai pakai kacamata tebar pesona,,, (farhat abbas jubir-Indonesia)," kata Farhat Abbas(M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved