Dolar Tembus Rp15.125 Hari Ini, Netizen Saling Berkicau Resah

Masyarakat mengaku resah atas kondisi tersebut, beberapa lainnya nyinyir tentang keterangan pemerintah

Dolar Tembus Rp15.125 Hari Ini, Netizen Saling Berkicau Resah
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

PELEMAHAN nilai rupiah terhadap dolar kembali tejadi.

Setelah bertahan di kisaran angka Rp 14.900 hingga Selasa (11/9/2018), rupiah terus tertekan dan menembus angka Rp 15.125,70 per USD pada siang ini, Rabu (12/9/2018).

Mirisnya kondisi tersebut terlihat dalam kolom google.

Hingga pukul 11.00 WIB, nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar menjadi yang paling terendah dalam 15 tahun belakangan.

Dalam periode yang sama, kurs rupaiah terhadap dolar pada era awal masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 18 September 2004 hanya sebesar Rp 9.038 per USD, selisih tipis pada akhir masa kepemimpinan, yakni Rp 9.700 per USD pada tanggal 27 September 2009.

Selama masa kepemimpinan SBY, grafik kurs rupiah terhadap dolar berkisar Rp 9.000-Rp 10.000 per USD. Torehan rupiah terendah terjadi dipenghujung kepemimpinan SBY, yakni sebesar Rp 12.105 pada tangggal 18 Oktober 2014 atau dua hari jelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia.

Beragam tanggapan pun mengisi lini masa media sosial.

Masyarakat mengaku resah atas kondisi tersebut, beberapa lainnya nyinyir tentang keterangan pemerintah yang menyebut lemahnya rupiah justru menguntungkan Indonesia.

"Smoga cepet erjadi dolar 20k...mentri sri mulyani bilang setiap rupiah melemah Rp100,negara dapat untung bla bla bla bla katanya Ahihhi," tulis @HFrenky. (https://twitter.com/HFrenky/status/1039730663564488706)

"Sebenarnya rupiah melemah itu salah siapa sih? Presiden nyalahkan perang dagang AS-Cina. Mentri anu nyalahkan Turki. Mentri yg lain nyalahkan Jamaah Haji. Mentri yang lain lagi nyalahkan impor yang tinggi. Kelen itu Mentri apa Mantri????," tulis @edysunarwan. (https://twitter.com/edysunarwan/status/1039727465218764800)

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved