Home »

News

» Jakarta

BNN Ungkap Rental Sabu dengan Harga Hemat di Tasikmalaya

Badan Narkotika Nasional berhasil mengungkap industri rumahan yang menyediakan sabu dan membuat alat penghisapnya di Tasikmalaya.

BNN Ungkap Rental Sabu dengan Harga Hemat di Tasikmalaya
Warta Kota/Joko Supriyanto
Deputi Pemberantasan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari. 

BADAN Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap industri rumahan yang menyediakan menyedia sabu industri rumahan yang melayani pengguna narkoba sekaligus membuat alat penghisap sabu di Tasikmalaya.

Dari pengungkapan tersebut berhasil diamankan empat orang termasuk pemilik rumah, serta beberapa peralatan sabu jenis bong.

Deputi Pemberantasan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari mengatakan bahwa pengungkapan tersebut hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak BNNK Tasikmalaya beberapa bulan lalu.

Selajutnya dengan adanya bukti yang cukup kuat, pada Sabtu (25/8) BNN melakukan pengrebekan sebuah rumah tinggal berlantai dua di kelurahan negara wangi, Tasimalaya, Jawa Barat.

"Jadi BNN melakukan pengerebekan disuatu rumah di Tasikmalaya pada saat pengerebekan disana ditemukan beberapa peralatan yang digunakan untuk menghisap narkoba jenis sabu (bong) dan narkoba sabu sendiri serta beberapa barang-barang lain yang digunakan untuk membantu proses penjualan dan pemakain narkoba ditempat tersebut," kata Arman, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan Arman, bahwa dirumah yang juga dijadikan tempat tinggal tersebut digunakan sebagai tempat rental atau penyewaan alat hisap sabu serta menyediakan narkoba sabu dengan paket hemat.

Dimana mereka atau pelanggan yang datang cukup membayar Rp. 100 ribu, mereka sudah dapat menikmati sabu dengan 4 kali hisap.

"Jadi mereka ini sudah menyediakan alatnya dan sabunya, jadi pelanggan yang datang hanya membayar Rp. 100 ribu sudah dapat 4 kali hisap, pembayaran langsung di muka," ucapnya.

Menurut Arman bahwa usaha rental sabu ini sudah berjalan sejak 2 tahun, bahkan warga sekitar mengakui beradaan tempat tersebut. Namun mereka takut untuk melaporkan atas adanya tersebut.

Tak hanya itu, setelah dilakukan penelusuran ternyata pemasok dari sabu tersebut berasal dari ES seorang narapidana yang saat ini mendekam di rumah tahanan Bandung, Jawa Barat.

"Ini terbuka untuk umum dan masyarakat sudah mengetahui tapi masyarakat takut. Disana terkenal residivis sehingga masyarakat tidak berani. Itu tempat buka 24 jam dan sabu tersebut ternyata dipasok oleh seorang mantan PNS yang juga saat ini menjadi narapidana lapas Jelepong Bandung," katanya.

Diungkapkan oleh Arman, bahwa lokasi tempat tersebut memang masuk dalam suatu perkampungan, bahwa pelanggan yang datang pun berbagai macam.

Dari pemeriksaan para tersangka, bahwa dalam 1 bulan mereka bisa mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta.

"Pelangganya dari mana saja, banyak. Kemarin kita juga temukan uang senilai Rp. 23 juta dan tsk mengakui bahwa uang itu hasil penyewaan alat alat hisap sabu tersebut," katanya.

Hingga saat ini ke empat tersangka masih dalam proses pemeriksaan di BNNK Tasikmalaya untuk pengembangan lebih lanjut.

"Keempatnya masih dalam pemeriksaan,nanti kalo ada perkembangan kita akan sampaikan kembali," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help