Akademisi Diharapkan Bisa Keluarkan Ide-ide Baru Skema Pendaaan Infrastruktur

Melalui kegiatan ini, kiranya dapat ditemukan konsep-konsep, ide-ide baru, dalam skema pembiayaan infrastruktur

Akademisi Diharapkan Bisa Keluarkan Ide-ide Baru Skema Pendaaan Infrastruktur
Instagram PT PII
simposium infrastruktur ke 3 digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur 

Para akademisi yang tergabung dalam Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (JPII) atau University Network for Indonesian Infrastructure Development (UNIID) melaksanakan simposium infrastruktur ke 3 di Balikpapan, Kalimantan Timur Rabu hingga Kamis (12-13/9/2018)

Acara yang diadakan dengan tuan rumah Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi wadah pertukaran informasi terkait pembangunan infrastruktur terkini, dan kajian proyek dan riset yang dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Terutama terkait, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI Hadiyanto yang hadir mewakili Menteri Keuangan RI, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Simposium III UNIID 2018 ini.

Menurutnya, pemerintah memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan fokus program percepatan pembangunan infrastruktur.

Dengan situasi keterbatasan APBN saat ini, kata dia, perlu dipikirkan berbagai alternatif skema pendaan untuk pembangunan infrastruktur ini, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan segera oleh seluruh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kiranya dapat ditemukan konsep-konsep, ide-ide baru, dan insights baru dari anggota JPII/UNIID dalam skema pembiayaan pembangunan infrastruktur,” kata Hadiyanto saat membuka simposium infrastruktur ke 3 di Swiss-Belhotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (12/9).

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang cukup penting dalam kontribusi dukungan percepatan pembangunan nasional.

Menurutnya, pemerintah memerlukan dukungan kita dalam bentuk ide-ide maupun inovasi dalam skema pendanaan yang dapat mendukung terciptanya percepatan pembangunan infrastruktur.

“Saya berharap pertukaran ide-ide yang strategis dari seluruh anggota JPII/UNIID” kata Armand.

Simposium III UNIID 2018 mengangkat tema “Pembangunan Infrastruktur Indonesia untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Sama seperti tahun sebelumnya, beberapa sub-topik yang akan dibahas dalam simposium ini antara lain Manajemen Aset dan Infrastruktur Berkelanjutan, Aspek Sosial, Peraturan, dan Pengelolaan Infrastruktur, Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi, Pembiayaan Infrastruktur, Teknologi dan Inovasi Infrastruktur, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Infrastruktur.

Adapun sub-topik baru yang akan dibahas dalam Simposium III UNIID 2018 ini adalah K3 di Bidang Infrastruktur.

Pelaksanaan Simposium III UNIID 2018 ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, yaitu Call for Paper pada bulan April – Agustus 2018 yang bertujuan untuk menggali isu-isu seputar kompleksitas proyek-proyek infrastruktur, Capacity Building sebagai sarana pendalaman pemahaman konsep KPBU proyek infrastruktur, Simposium, dan ditutup dengan kegitan Field Trip ke salah satu lokasi proyek infrastruktur dengan skema KPBU, yaitu tol Balikpapan – Samarinda.

Peserta Simposium III UNIID 2018 ini merupakan para anggota JPII/UNIID dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari peneliti, akademisi, professional dan para pemangku kepentingan terkait dalam usaha pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dari keseluruhan perguruan dan instansi yang ada, jumlah paper yang diterima dalam Simposium III UNIID 2018 ini adalah sebanyak lebih dari 40 paper dengan distribusi masing-masing sub topik yang berbeda-beda.

Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (JPII) atau University Network for Indonesian Infrastructure Development (UNIID) adalah jaringan dan forum perguruan tinggi di Indonesia yang memberikan perhatian pada riset, pembelajaran dan kerjasama antar lembaga yang berkaitan dengan infrastruktur.

Untuk diketahui, sampai saat ini, PT PII telah memberikan penjaminan kepada 16 proyek infrastruktur dari 4 sektor yaitu Sektor Telekomunikasi yakni Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur 


Kemudian sektor Ketenagalistrikan yakni Central Java Power Plant , Sektor Air Minum yakni SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung. Lalu sektor Jalan yakni Jalan Tol Pandaan – Malang, Semarang – Batang, Manado – Bitung, Balikpapan 
– Samarinda, Jakarta – Cikampek II Elevated, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, Krian – Legundi – Bunder – Manyar, Serang – Panimbang, Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan, Probolinggo – Banyuwangi.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help