Pria Tewas di Apartemen Tendean Residence Ada Bercak Darah dan Kaki Membiru

polisi mendapatkan sebuah jam tangan, 1 unit ponsel, dan sebuah dompet berisi uang dan sejumlah kartu ATM.

Pria Tewas di Apartemen Tendean Residence Ada Bercak Darah dan Kaki Membiru
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi evakuasi seorang pria yang tewas. 

SEORANG pria ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar di Apartemen Tendean Residence, Jakarta Selatan, Selasa (11/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan menuturkan, pria bernama Tengku Firman Alfrie (42), awalnya diketahui melakukan check in di apartemen tersebut pada Senin (10/9) sekitar pukul 09.34 WIB.

Saat itu korban datang sendirian. Namun, beberapa saat kemudian, korban keluar dan kembali lagi bersama seorang perempuan berkerudung.

"Menurut saksi mata, tak lama setelah itu korban keluar dan masuk dengan seorang wanita memakai kerudung. Saat itu korban masuk di lantai 2," jelas Stefanus melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/9).

AKBP Stefanus menambahkan, pada Selasa siang sekitar pukul 13.00, petugas apartemen menelepon kamar yang disewa korban sebanyak lima kali untuk menyampaikan sudah waktunya check out, namun tak ada jawaban.

"Selanjutnya saksi memerintahkan saksi lain yaitu housekeeping untuk mengecek korban di kamar 202 dan membawa kunci master," kata dia.

Housekeeping yang membuka pintu kamar terkejut melihat korban tertidur di lantai, dengan kaki yang sudah membiru. Setelah itu mereka menghubungi manajer apartemen untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni sebuah jam tangan, 1 unit ponsel, dan sebuah dompet berisi uang dan sejumlah kartu ATM serta kartu kredit.

"Korban telah dibawa ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP," imbuh Stefanus.

Polisi belum belum bisa menyimpulkan penyebab kematian pria itu lantaran masih menunggu hasil visum.

"Kita olah TKP ada darah, darahnya dari mana? dari luka. Lukanya dimana? Ditentukan oleh hasil visum. Penyebab kematian apa? dari otopsi. Apakah lukanya menyebabkan kematian? dokter yang tentukan bukan polisi," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help