Pemilik Rumah Mengungsi karena Tiada Jalan Dikepung Tembok Rumah Tetangga

Itu terjadi sejak akses jalan ke rumah itu ditutup oleh bangunan rumah tetangganya dari kiri, kanan, depan, dan belakang.

Pemilik Rumah Mengungsi karena Tiada Jalan Dikepung Tembok Rumah Tetangga
Kompas.com
Rumah tertutup tembok bangunan rumah tetangga akibatnya tidak bisa dihuni lagi. 

PELAKSANA tugas Wali Kota Bandung Oded M Danial menanggapi masalah Eko Purwanto, pemilik rumah yang terkepung rumah tetangganya di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

"Saya sudah diskusikan di rapim (rapat pimpinan) dan memerintahkan camat dan lurah untuk mengecek langsung ke rumah tersebut,” kata Oded, saat dihubungi Kompas.com melalui ponselnya, Selasa (11/9/2018).

Wali Kota Bandung terpilih pada Pilkada Kota Bandung 2018 ini menduga, ada masalah pribadi antara pemilik rumah dan tetangganya.

"Sepertinya, ada masalah antara pemilik rumah dan tetangganya. Nanti, camat dan lurah komunikasi di sana untuk mencari solusi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Eko Purnomo terpaksa meninggalkan rumahnya sendiri di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung karena tak punya akses jalan akibat terhalang tembok rumah tetangga.

Ia sudah meninggalkan rumahnya sejak tahun 2016 lalu.

Itu terjadi sejak akses jalan keluar masuk ke rumah itu ditutup oleh bangunan rumah tetangganya dari kiri, kanan, depan, dan belakang.

Saat ditemui Tribun Jabar, Eko Purnomo mengaku, dia sebelumnya sempat tinggal bersama istrinya di rumah itu pada 2008 ketika masih ada akses jalan.

Namun, 2016, ada warga yang membeli tanah tepat di depan dan samping rumahnya.

"Di tahun yang sama, di samping rumah saya juga ada yang beli, dan kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," ujar Eko Purnomo (37), saat ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Eko mengaku, dia sempat bernegosiasi dengan pemilik tanah yang di depan rumahnya untuk membeli sebagian tanahnya seharga Rp 10 juta, namun pemilik tanah tersebut menolak. (Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)

Tautan asal

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help