Niatnya Sunat Malah Terpotong Ujung Alat Vital Si Bocah, Ternyata yang Mengerjakan Bukan Dokter

Polres Pekalongan sudah menetapkan tersangka dalam kasus putusnya alat vital seorang bocah saat dikhitan.

Niatnya Sunat Malah Terpotong Ujung Alat Vital Si Bocah, Ternyata yang Mengerjakan Bukan Dokter
net/tribun Jateng
Bardi tunjukkan cara melakukan khitan bocah dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018 (tribunjateng/budi susanto) 

"Pihak keluarga meminta agar anaknya mendapat keadilan, atau tanggung jawab penuh dari pelaku. Mantri itu memang pernah melakukan khitan sebanyak 2 kali di desa kami, namun, tidak pernah terjadi kejadian seburuk ini. Dan kami masih meragukan sebenarnya dia benar-benar profesional atau tidak," timpalnya.

Alat Vital Terpotong Masih Bisa Berfungsi 

Terpotongnya kepala penis, tentu akan berpengaruh terhadap sensitivitas organ vital tersebut. Sebab, pusat rangsangan dan saraf perasa penis yang paling sensitif berada di bagian kepala penis.

Menurut dr. Andi Sugiarto SpRM, Pakar Seksologi RS Tlogorejo Semarang, alat vital yang terpotong kepalanya, kelak masih bisa berfungsi untuk bereproduksi.

Ilustrasi-- proses sunat
Ilustrasi-- proses sunat (wordpress)

Tergantung, seberapa panjang sisa alat vital yang masih ada.

"Hanya, tentu tak akan bisa sempurna, layaknya penis yang masih utuh. Sebab, sensitivitas akan berkurang. Hanya berkurang, tidak sama sekali hilang," ujarnya.

Pun demikian dengan reproduksi. Kepala penis tak berkait dengan organ reproduksi sperma. Sperma diproduksi di bagian testis atau buah zakar.

Karena itu, kepala penis yang terpotong saat proses khitan, sebaiknya segera dilakukan bedah rekonstruksi. Hal ini, untuk menghindari tertutupnya saluran kencing dan saluran sperma.

Selain rekonstruksi fisik, yang perlu diperhatikan adalah pemulihan mental korban. Sebab, tentu ia akan mengalami syok.

Korban harus diedukasi dan didampingi . Diyakinkan, bahwa alat vitalnya masih akan tetap bisa berfungsi normal, meski tak sesempurna seperti organ yang masih utuh.

Analoginya, hampir sama dengan jari yang terpotong hingga pangkal kuku, ia masih bisa digunakan untuk menulis dan aktivitas lainnya. (*)

Penulis: budi susanto

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved