Niatnya Sunat Malah Terpotong Ujung Alat Vital Si Bocah, Ternyata yang Mengerjakan Bukan Dokter

Polres Pekalongan sudah menetapkan tersangka dalam kasus putusnya alat vital seorang bocah saat dikhitan.

Niatnya Sunat Malah Terpotong Ujung Alat Vital Si Bocah, Ternyata yang Mengerjakan Bukan Dokter
net/tribun Jateng
Bardi tunjukkan cara melakukan khitan bocah dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018 (tribunjateng/budi susanto) 

Ini kronologisnya 

KBP Wawan menerangkan, peristiwa tersebut berawal saat pihak keluarga memanggil petugas khitan ke rumah untuk melaksanakan khitanan bagi MI, Kamis (30/8).

"Pihak keluarga memanggil petugas khitan, berinisial BR (68) yang merupakan pensiunan mantri kesehatan, warga Kecamatan Doro, Pekalongan. Pelaksanaan khitanan dilakukan di rumah korban sekitar pukul 18.30 WIB. B menggunakan alat khitan modern berupa alat potong laser untuk mengkhitan MI," terangnya.

Wawan mengatakan, saat pelaksanaan khitan MI berteriak keras kesakitan karena ujung alat vitalnya ikut terpotong.

"Pihak keluarga langsung membawa MI ke rumah sakit untuk mengatasi pendarahan. Hingga saat ini, MI masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Pekajangan," katanya.

Bardi tunjukkan cara melakukan khitan bocah dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018
Bardi tunjukkan cara melakukan khitan bocah dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018 (tribunjateng/budi susanto)

Petugas khitan yang dipanggil oleh keluarga ternyata merupakan seorang mantri suntik, bukanlah seorang dokter.

Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menurutkan kronologi kejadian memilukan tersebut.

"Awal mulanya, sang mantri meminta untuk berbaring di atas ranjang yang berada di dalam kamar dengan mengenakan sarung, kemudian ia menyiapkan alat khitan modern berupa laser yang dibawanya. Setelah alat dipersiapkan sang mantri memulai proses khitan," katanya.

Pada saat mantri memulai proses khitan, pasiennya menangis dan kemudian dirangkul oleh pihak keluarga.

Kemudian pihak keluarga memberitahu kepada mantri bahwa MI masih merasa kesakitan, namun sang mantri hanya diam dan meneruskan proses khitan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help