Japan Open 2018

Indonesia Turunkan 6 Wakil di Sektor Ganda Putra

Ganda kedua Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga ikut ambil bagian di turnamen ini.

Indonesia Turunkan 6 Wakil di Sektor Ganda Putra
Warta Kota/Alex Suban
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kedua dari kanan) peraih medali emas dan rekan senegaranya pasangan Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto peraih medali perak, menghormat bendera setelah pertandingan babak final ganda putra Bulu Tangkis Asian Games ke-18 tahun 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). 

TURNAMEN Japan Open 2018 sudah digelar, Selasa (11/9/2018) namun sektor ganda putra masih belum dimainkan.

Di sektor ini, Indonesia menjadi negara peserta terbanyak yang menurunkan wakilnya yakni enam ganda putra.

Jumlah ini lebih banyak dari tuan rumah yang hanya menurunkan empat wakilnya di turnamen berhadiah total 750 ribu dolar AS.

Di puncak daftar unggulan, ada pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldo Gideon yang bertekad untuk mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu.

Apalagi raihan medali emas di Asian Games 2018, diharapkan membuat Kevin/Marcus semakin percaya diri.

Ganda kedua Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga ikut ambil bagian di turnamen ini.

Baca: Ricky/Debby Langsung Kandas di Hari Pertama Jepang Terbuka 2018

Pasangan peraih medali perak Asian Games 2018 ini mengatakan ingin berharap hasil terbaik, namun mereka ingin fokus di satu demi satu pertandingan.

"Targetnya mau dapat hasil terbaik yaitu gelar juara, tapi kan dari babak pertama lawannya tidak mudah. Dari awal sudah bertemu pasangan-pasangan top 10, kami mau fokus di tiap pertandingan, kami ingin tiap tanding itu mainnya bisa maksimal," kata Fajar dikutip dari situs resmi PBSI.

Di babak pertama, Fajar/Rian akan bertemu dengan ganda Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Partai ini merupakan ulangan perempat final Asian Games 2018, kala itu Fajar/Rian menang dengan skor 21-17, 21-13.

Akan tetapi, Fajar/Rian harus tetap waspada, mereka pernah dikalahkan Ong/Teo di All England 2018 dengan skor ketat, 16-21, 21-16, 21-23.

"Waktu di Istora kami diuntungkan dengan situasi lapangan, tapi ini tidak bisa dijadikan alasan. Kami harus bisa menguasai keadaan seperti apapun. Tadi kami sudah coba lapangan, memang tidak seperti di Istora yang banyak angin. Shuttlecock yang digunakan pun berat, perlu tenaga lebih untuk mematikan lawan, bertemu siapa pun pasti akan ramai dan kami harus siap capek," tutur Fajar.

Baca: Praveen Jordan/Melati Oktavianti Melangkah Mulus ke Babak Kedua Jepang Terbuka

Pendeknya waktu persiapan dari Asian Games 2018 ke turnamen ini memang disadari oleh Fajar/Rian.

Namun mereka tak mau fokus ke hal ini, melainkan menyiasati penampilan mereka dan memaksimalkan persiapan di waktu yang tak banyak ini.

"Ya pintar-pintar saja menyiasati. Kemarin itu sudah banyak beberapa acara yang terpaksa kami tolak demi fokus persiapan ke Jepang dan Tiongkok. Memang persiapannya kurang karena waktunya mepet. Tapi ya diakali saja persiapannya, jaga kondisi dan atur penampilan di lapangan. Kami tetap optimis," tambahnya.

Berstatus non unggulan di turnamen ini, Fajar/Rian tidak dapat dianggap remeh oleh lawan-lawan mereka.

Apalagi Fajar/Rian telah banyak mendapat pengalaman dari Asian Games 2018.

"Semua lawan kemampuannya imbang, asal kami fokus, kami pasti bisa. Setelah Asian Games tentunya rasa percaya diri meningkat, ketenangan juga, terutama peda saat poin-poin kritis harus bagaimana, banyak yang kami pelajari," ungkap Fajar.

Selain Kevin/Marcus dan Fajar/Rian, sektor ganda putra Indonesia juga diperkuat pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Berry Angriawan/Hardianto dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved