Gedung Sekolah Nyaris Roboh, Pelajar SD Ridhogalih Belajar di Gudang Logistik BPBD Kabupaten Bekasi

Gedung sekolah nyaris roboh, pelajar SD Ridhogalih belajar di gudang Logistik BPBD Kabupaten Bekasi.

Gedung Sekolah Nyaris Roboh, Pelajar SD Ridhogalih Belajar di Gudang Logistik BPBD Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gedung sekolah SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, yang dibangun pada tahun 1975, nyaris roboh karena sudah termakan usia. 

WARTA KOTA, BEKASI---Sebanyak 90 murid SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi seluas 120 meter persegi.

Soalnya, gedung sekolah miliknya yang dibangun sejak tahun 1975, nyaris roboh karena sudah termakan usia.

Kepala SDN 01 Ridhogalih, Nasen, mengatakan sudah dua tahun puluhan murid mengungsi belajar di gudang milik BPBD. Sebab bila dipaksakan belajar di gedung sekolah, bisa mengancam keselamatan mereka.

Baca: Selesai Direhab, Tiga Gedung Sekolah di Jakarta Utara Langsung Dipakai

"Kondisinya memang cukup memprihatinkan, makanya kita pinjam gudang BPBD untuk aktivitas belajar," kata Nasen, Selasa (11/9/2018).

Nasen mengaku, para murid kerap mengeluhkan kondisi ini karena sangat sulit berkonsentrasi untuk menerima materi pelajaran dari para guru.

Apalagi bila siang hari, kondisi di dalam gudang akan terasa panas karena bagian atapnya terbuat dari seng.

"Suasananya memang tidak tenang karena enam kelas kita satukan belajar di sini," ujar Nasen.

Baca: Djarot Sebut di Masa Lalu Banyak Gedung Sekolah Mangkrak, Uang Pemprov Keluar Tanpa Hasil

Selain itu, kata dia, proses belajar mengajar juga tidak efektif, karena suara guru yang menerangkan di satu kelas kerap terganggu dengan guru lain yang juga menerangkan di kelasnya.

Bahkan susunan triplek sebagai penyekat ruangan hanya memiliki tinggi sekitar 120
sentimeter, sehingga bila ada kelas yang ribut maka akan menular ke kelas lainnya.

"Suasananya memang tidak tenang karena enam kelas kami satukan belajar di sini," ujar Nasen.

Salah seorang guru, Ahmad (43) mengatakan, awalnya para siswa bersekolah seperti biasa di gedung lama. Namun, karena tak kunjung dibenahi, kondisi gedung pun semakin rapuh sehingga membahayakan para siswa.

"Terakhir ada atap yang roboh dan untung tidak menimpa murid. Akhirnya kami menumpang di gudang BPBD yang kebetulan lokasinya berdampingan dengan sekolah," ujar Ahmad.

Menurut dia, gudang digunakan untuk para murid dari kelas I sampai VI.

Setiap kelas dibatasi dengan papan tulis dan beberapa di antaranya menggunakan triplek yang disusun membentuk ruangan setengah tertutup.

Sebanyak 90 murid SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi seluas 120 meter persegi.
Sebanyak 90 murid SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi seluas 120 meter persegi. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

"Kami sudah laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, tapi belum ada respon," katanya.

Salah seorang murid Kelas IV, Dewi, mengaku sangat tidak nyaman belajar dalam kondisi seperti ini. Selain kondisinya terlalu berisik, hawa ruangan di sana juga terasa panas sehingga sulit menangkap pelajaran yang disampaikan guru.

"Saya suka nggak fokus karena berisik dan gerah kalau siang hari," kata Dewi.

Dewi berharap agar pemerintah segera membangun gedung sekolah yang baru.

Sebanyak 90 murid SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi seluas 120 meter persegi.
Sebanyak 90 murid SDN 01 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi seluas 120 meter persegi. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Sebab dia khawatir, nilai sekolahnya akan turun karena sulit menangkap materi belajar yang disampaikan guru.

"Untungnya setiap di rumah saya belajar lagi apa yang disampaikan guru, supaya tidak lupa materi yang disampaikan," ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help