Pilpres 2019

Buni Yani Gabung Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Kubu Jokowi Waspada

Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja mewanti-wanti soal bergabungnya Buni Yani di tim sukses kubu Prabowo-Sandiaga.

Buni Yani Gabung Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Kubu Jokowi Waspada
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Terdakwa Buni Yani menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ,dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU), di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (3/10/2017). Dalam sidang tersebut, JPU menuntut Buni Yani dengan hukuman dua tahun penjara, setelah dinilai bersalah mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu. 

TIM Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja mewanti-wanti soal bergabungnya Buni Yani di tim sukses kubu Prabowo-Sandiaga.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Raja Juli Antoni menerangkan, tim pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin akan bersiap-siap mengantisipasi cara-cara lama yang digunakan Buni Yani.

"Cara-cara lama yang digunakan oleh Buni Yani dan kawan-kawan, bisa jadi dipraktikkan kembali," ujar Raja Juli Antoni di Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Baca: Buni Yani Bakal Masuk Tim Pemenangan, Sandiaga Uno: Think Before You Post

Raja Juli Antoni menerangkan, Buni Yani memiliki rekam jejak yang telah dinyatakan bersalah. Buni Yani terseret dalam kasus penyebaran video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam perkara ini, Buni Yani dianggap telah mengedit video pidato tersebut. Pengadilan memvonis Buni Yani 1,5 tahun penjara.

"Bisa jadi, cara-cara lama yang pernah digunakan di DKI akan dipergunakan kembali untuk level nasional. Kita harus waspada," tegas Raja Juli Antoni.

Baca: Omzet Menurun Drastis, Pedagang Bendera Duga karena Asian Games 2018

Masuknya Buni Yani ke dalam tim sukses Prabowo-Sandiaga, diutarakan oleh Ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.

"Terserah saja kalau memang kubu sana mau mempergunakan orang yang memang tercoret namanya, ya," cetus Raja Juli Antoni. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved