17 Tahun Tragedi Nine Eleven, Jenazah 1.100 Korban Belum Teridentifikasi

Pada Senin (11/9/2001) pagi Waktu Amerika Serikat, 19 orang teroris jaringan Alqaeda membajak empat pesawat jet.

17 Tahun Tragedi Nine Eleven, Jenazah 1.100 Korban Belum Teridentifikasi
Istimewa
Menara kembar World Trade Center (WTC), Amerika Serikat, yang dihujani bom oleh teroris pada 11 September 2001. 

Kesulitan itu akan semakin bertambah rumit ketika tulang yang diambil untuk tes DNA telah terpapar jamur, bakteri, sinar matahari, bahan bakar, dan lain sebagainya, yang dapat menghancurkan DNA.

"22 ribu potongan sisa-sisa manusia ditemukan di bekas reruntuhan dan semuanya telah diuji sekitar 10 sampai 15 kali. Sejauh ini, hanya 1.642 dari 2.753 orang yang tewas dalam serangan di New York telah berhasil diidentifikasi secara resmi. Sedangkan 1.111 lainnya belum menghasilkan informasi yang memadai dan memuaskan," jelas Mark Desire.

Baca: Anies Baswedan Tak Kewalahan Kerja Sendirian Tanpa Wakil Gubernur

Pada Bulan Juli, hampir satu tahun setelah terakhir kali berhasil mengidentifikasi DNA korban serangan 11 September, tim kembali menunjukkan keberhasilan jerih payah usaha mereka dengan menambahkan satu nama lagi.

Korban terkahir yang berhasil diidentifikasi pada Bulan Juli itu adalah Scott Michael Johnson, seorang analis keuangan yang bekerja di lantai 89 Tower Selatan WTC.

Walaupun membutuhkan waktu satu tahun lamanya untuk sebuah keberhasilan mengungkap satu identitas korban, salah satu tim peneliti yang bernama Veronica Cano merasa cukup puas dengan pencapaian tersebut.

Baca: Maruf Amin Ungkap Ustaz Yusuf Mansur Masuk Tim Pemenangan Kubu Jokowi

"Kami dilatih untuk tidak terpengaruh (terbawa suasana), tapi nyatanya kami terpengaruh juga, karena ini adalah hal yang dapat mempengaruhi semua orang. Namun, saya tetap berusaha profesional dalam bekerja dan melakukan pendekatan kepada keluarga korban dalam menjelaskannya kepada mereka," tutur Veronica Cano.

Ia menceritakan bahwa keluarga korban sering singgah ke laboratorium untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai identifikasi yang dilakukan tim peneliti.

Sebuah pelukan dan ucapan terima kasih dari keluarga korban dapat mengobarkan semangat tim peneliti untuk terus berupaya.

Baca: Menkominfo: Perang Hashtag Tak Bisa Dicegah, Intinya Jangan Baperan

Peran kerabat dan keluarga sangat penting dalam proses identifikasi. Sebab, hanya dengan mencocokkan hasil temuan dan DNA kerabat atau keluarga korban lah, proses identifikasi bisa dilakukan.

"Ketika Anda diberi tahu itu membawa Anda kembali ke hari itu, bahwa mereka mati dengan cara yang mengerikan. Tapi itu juga memberi Anda beberapa ketenangan bahwa Anda dapat mempersembahkan pemakaman yang laik bagi orang yang Anda cintai," beber Mary Fetchet, wanita yang kehilangan putranya yang berusia 24 tahun, Brad, dalam serangan 11 September. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help