Serena Williams Minta Publik Tidak Ejek Naomi Osaka

Pada pertandingan tersebut, Serena meluapkan kekecewaanya lewat protes kepada Carlos Ramos, wasit yang memimpin pertandingan.

Serena Williams Minta Publik Tidak Ejek Naomi Osaka
Sporting News
Serena Williams dan Naomi Osaka 

USAI meluapkan kekecewaan hingga meneteskan air mata, mantan petenis putri nomor satu dunia, Serena Williams memeluk petenis putri asal Jepang, Naomi Osaka.

Naomi bukan saja mendapatkan pelukan, tetapi juga ucapan selamat dari Serena, setelah memenangi laga final Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2018, Minggu (9/9/2018).

Seperti dikutip dari BBC, Tennis World, dan situs resmi US Open, Naomi menumbangkan Serena dalam laga dua set langsung, dengan skor 6-2 dan 6-4, pada pertandingan yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat.

Pada pertandingan tersebut, Serena meluapkan kekecewaanya lewat protes kepada Carlos Ramos, wasit yang memimpin pertandingan.

Petenis yang telah mengoleksi 23 trofi Grand Slam itu memprotes keputusan wasit yang telah merugikannya. Bahkan saking emosinya, Serena sempat meneteskan air mata.

Baca: Roberto Mancini Andalkan Jorginho Hadapi Portugal

Namun, setelah pertandingan usai, Serena melunak dan memberikan ucapan selamat serta pujian kepada Naomi.

Petenis berusia 36 tahun itu mengajak semua penonton untuk tidak melontarkan ejekan kepada wasit dan memberikan selamat kepada Naomi.

Serena merasa tidak perlu lagi mempedulikan peringatan yang diberikan wasit.

"Saya tidak akan protes lagi. Semua penonton jangan ada yang mengejek lagi. Mari semuanya berikan selamat kepada Naomi. Dia bermain sangat bagus dan telah menjadi gelar Grand Slam pertamanya yang begitu membanggakan. Saya sudah memprediksi sejak lama bahwa Naomi akan tampil menjadi petenis yang hebat, karena dia telah banyak belajar dari sekian banyak turnamen dunia," ujar Serena.

Sementara itu, Naomi yang tampil mumpuni dan keluar sebagai pemenang menyatakan kebanggaannya, karena telah terpenuhi keinginannya tampil pada babak final Grand Slam melawan Serena.

"Ini adalah gelar pertama Grand Slam saya. Gelar ini akan selalu penuh kenangan, karena keinginan saya bertanding melawan Serena pada babak final terpenuhi. Bukan semata kemenangan, tetapi saya lebih menghargai pertandingan bersama salah satu petenis dunia yang menjadi idola saya selama ini. Pertandingan ini tidak akan terlupakan dan akan menjadi pengingat saya dalam mengejar prestasi terbaik di setiap turnamen," kata petenis berusia 20 tahun tersebut.

Baca Selengkapnya Hanya di HARIAN SUPER BALL, Senin (10/9/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help