Sebelum Bikin SIM, Belajar Berkendara Dulu: Empat Kali Gagal Ujian SIM di Satpas Daan Mogot

Kasi Satpas SIM Daan Mogot Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, banyak pemohon SIM yang belum mahir mengendarai kendaraan.

Sebelum Bikin SIM, Belajar Berkendara Dulu: Empat Kali Gagal Ujian SIM di Satpas Daan Mogot
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kepala Seksi (Kasi) Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan, banyak pemohon SIM yang belum mahir mengendarai kendaraan, baik roda dua dan empat. 

WARTA KOTA, CENGKARENG---Kepala Seksi (Kasi) Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan, banyak pemohon SIM yang belum mahir mengendarai kendaraan, baik roda dua dan empat.

Hal ini terlihat saat para pemohon SIM melaksanakan ujian praktik.

"Untuk masyarakat, jangan mengeluh jikalau uji praktiknya itu gagal. Lantaran para penguji praktik itu tahu mana pemohon SIM yang saat itu berkendara dengan baik dan tidak. Penguji-penguji di sini menilai tak sembarangan. Sebab kalau sembarangan, sama saja mencelakakan masyarakat," kata Fahri, Senin (10/9/2018).

Baca: Kasi Satpas SIM Daan Mogot: Sebelum Bikin SIM, Belajar Berkendara Dulu!

Rudiyanto (33), pemohon SIM di Satpas SIM, mengaku gagal empat kali dalam ujian praktik.

Ia ingin mendapatkan SIM C itu, dan puas dengan usahanya sendiri lantaran selama dua bulan lamanya untuk mengantongi SIM C.

"Saya kesal dan penasaran, kok gagal terus. Gagalnya itu selalu di ujian praktik. Iseng saya latihan melaju di lingkungan rumah. Saya bodo amat mengulang terus. Tetapi saat ini, jujur saya sangat puas. Empat kali gagal terus pada ujian praktik, akhirnya saya berhasil lulus. Enggak perlu bantuan siapa-siapa. Kegagalan dalam ujian praktik itu tandanya mengemudi saya belum sempurna," kata warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Baca: Warga Antusias Ikuti Latihan Praktrik SIM Gratis Polres Metro Bekasi Kota

Hal serupa juga turut dialami, Fetty Leo Minora Tambunan (36), warga Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan, apabila untuk dapatkan SIM C perlu perjuangan keras.

"Ini saya dapat SIM C perjuangan banget looh. Bayangkan, tiga kali gagal dalam ujian praktik. Saya makin penasaran, kenapa saya ini sering gagalnya di ujian praktik. Ternyata karena kaki saya turun dari motor saat melaju. Kesal, tapi saya enggak menyerah. Ternyata saya dapat juga ini SIM C-nya," kata Fetty.

Baca: Bikin SIM di Depok, Petugas Akan Arahkan Pemohon ke Calo

Mengenai kegagalannya ujian praktik, Fetty yang ketika itu turut didampingi rekannya yang juga sebagai pemohon SIM C, Nina Rihandini (28), mengatakan, hal yang wajar.

Dia menganggap kegagalan sebagai bentuk pembelajaran.

"Ujian praktik memberikan pelajaran ke saya terkait bagaimana cara berkendara yang baik. Ini teman saya (Nina) juga sama sempat gagal tapi sekarang malah dapat. Ya makanya, dapat SIM C ini usaha keras banget. Harga SIM C ini, cukup keluarkan uang Rp 155.000. Demi dapat SIM, setidaknya buat saya dapat pembelajaran sangat berharga. Terima kasih pak Polisi," kata Fetty.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help