Partai Demokrat Dituding main Dua kaki, Andi Arief : Adalah PAN dan PKS

Seperti Asman Abnur yang menjabat sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Indonesia sejak tanggal 27 Juli 2016 hingga 14 Agustus 2018.

Partai Demokrat Dituding main Dua kaki, Andi Arief : Adalah PAN dan PKS
Kompasiana
Andi Arief. 

PARTAI Demokrat dituding melakukan politik terselubung dalam koalisi Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief Angkat bicara.

Dirinya justru menilai jika PAN dan PKS yang bermain dua kaki dengan lawan politik mereka.

Hal tersebut dibuktikannya dari daftar menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla periode 2014-2019.

Sejumlah nama politisi PAN diketahui dipilih mengisi formasi menteri dalam Kabinet Kerja.

Seperti Asman Abnur yang menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia sejak tanggal 27 Juli 2016 hingga 14 Agustus 2018.

Sedangkan catatan buruk PKS disebutkannya ketika era Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2004-2014.

PKS yang diketahui masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu katanya justru menentang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketika itu Tifatul Sembiring dipercaya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Indonesia Bersatu II‎ periode 11 Oktober 2004 hingga 23 Oktober 2009.

Sementara sejumlah politisi PKS di gedung parlemen terus menekan pemerintahan SBY.

"Dalam koalisi Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS, yang memiliki catatan politik dua kaki adalah PAN dan PKS. PAN mengusung Prabowo Pilpres namun ikut menteri Jokowi. PKS ikut dalam kabinet SBY namun di Parlemen melawan. Demokrat tidak ada catatan, jangan khawatir," jelasnya lewat akun twitter @Andi_Arief pada Senin (10/9/2018). 

Sementara, terkait tuding Partai Demokrat bermain dua kaki, dirinya menjelaskan senyatanya Partai Demokrat ingin memenangkan ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) sekaligus mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dalam pertarungan Pilpres 2019 mendatang.

Sehingga menurutnya tidak ada istilah dua kaki. sebab strategi yang digunakan Partai Demokrat murni untuk memenangkan kontestasi.

"Main dua kaki: pilpres dukung Prabowo tapi ikut jadi menteri Jokowi. Mungkin Pak Daulay (Saleh Partaonan Daulay) dari PAN lebih pas bicara itu, artinya membicarakan diri sendiri ketimbang menganggap strategi demokrat adalah dua kaki. Perlu dicatat, Demokrat butuh pertahankan kememangan pileg di Papua," jelas Andi. 

"Namanya juga momentum Pileg dan momentum Pilpres. Kebetulan keduanya dilakukan berbarengan. Kedua2nya sama pentingnya, tidak ada yg lebih utama. Kalau Demokrat berstrategi menang pileg sekaligus menangkan Prabowo, itu kedaulatan partai kami," tambahnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved