Kasus Penembakan, Pelaku Penembakan Istri Pakai Airsoft Gun Ternyata Residivis

Deni Hidayat yang tega menembak istrinya, Yunita (24), dengan airsoft gun ternyata residivis atau pernah mendekam di penjara.

Kasus Penembakan, Pelaku Penembakan Istri Pakai Airsoft Gun Ternyata Residivis
Tribun Lampung
Ilustrasi 'airsoft gun' 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Deni Hidayat yang tega menembak istrinya, Yunita (24), dengan airsoft gun ternyata residivis atau pernah mendekam di penjara.

Pelaku ditahan setelah tersandung kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kakak korban, Muhammad Samin (45), menceritakan pada tahun 2017, pelaku yang tidak bekerja, pernah berurusan dengan petugas berwajib terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Baca: Kasus Penembakan, Tidak Terima Motor Dijatuhkan: Deni Tembak Istri Pakai Airsoft Gun

"Pengangguran iya, pengedar juga, pemakai juga. Kalau disebut bandar belom, kayaknya karena enggak gede," kata Samin, Senin (10/9/2018).

Ketika itu Deni ditangkap di dekat kediamannya, di Jalan Jati I, RT 02 RW 10, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ironisnya, orangtua pelaku yang juga adalah anggota kepolisian, mengetahui anaknya pengedar sabu.

Baca: Penembak di Pelabuhan Tanjung Priok Diduga Pakai Airsoft Gun

"Ayahnya tahu kok dia pengedar narkoba. Kalau sekarang sih denger-denger dia masih (pengedar). Sempat ketangkap lagi cuman enggak ada barang buktinya, berarti masih pengedar. Kira-kira 3-4 bulan lalu, kasusnya sabu," kata Samin.

Samin menduga sifat pelaku yang temperamental, terjadi sejak yang bersangkutan menjadi pemakai narkoba.

Alhasil pertengkaran di antara keduanya tidak terelakkan. Bahkan, adu mulut antara keduanya sering terjadi sejak menikah pada tahun 2015.

Baca: Bandar Sabu Terjaring Operasi Bina Kependudukan, Polisi Temukan Airsoft Gun Mahal di Indekosnya

"Tapi adik saya karena memang keras, selalu berkelit. Namanya sudah cinta banget, akhirnya sampai nikah. Memang enggak ada kekerasan. Cuman kekerasan ke psikis saja, verbal," kata Samin.

Kapolsek Tanjung Priok Komisaris Supriyanto membenarkan Deni pernah berurusan dengan aparat kepolisian terkait kasus penyalahgunaan narkotika.

Adapun terkait insiden penembakan, pihaknya masih mengejar pelaku.

"Benar (insiden penembakan) itu yang menangani Polres (Metro Jakarta Utara). Dulu dia itu juga pernah ketangkep karena kasus narkoba juga. Memang rawan daerah itu," kata Supriyanto.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved