Kasi Satpas SIM Daan Mogot: Sebelum Bikin SIM, Belajar Berkendara Dulu!

Kasi Satpas SIM Daan Mogot Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, banyak pemohon SIM yang belum mahir mengendarai.

Kasi Satpas SIM Daan Mogot: Sebelum Bikin SIM, Belajar Berkendara Dulu!
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pemohon SIM menunjukkan SIM setelah melalui proses ujian SIM di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018). 

WARTA KOTA, CENGKARENG---Kepala Seksi (Kasi) Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan, banyak pemohon SIM yang belum mahir mengendarai kendaraan, baik roda dua dan empat.

Hal ini terlihat saat para pemohon SIM melaksanakan ujian praktik.

"Untuk masyarakat, jangan mengeluh jikalau uji praktiknya itu gagal. Lantaran para penguji praktik itu tahu mana pemohon SIM yang saat itu berkendara dengan baik dan tidak. Penguji-penguji di sini menilai tak sembarangan. Sebab kalau sembarangan, sama saja mencelakakan masyarakat," kata Fahri, Senin (10/9/2018).

Baca: Kapolda Minta Tunda Tes Psikologi, Satpas SIM Daan Mogot Tetap Gelar Simulasi

Fahri mengatakan,"Penguji di sini terakreditasi, serta bersertifikasi. Jadi enggak sembarangan. Maka, kami menyarankan agar masyarakat itu belajar mengemudi dengan baik dulu, baru bikin SIM!"

Pola pikir masyarakat apabila mengalami kegagalan uji SIM, cari jalur yang memudahkan masyarakat agar bisa mendapatkan SIM yang diinginkan.

"Tidak ada jalur khusus. Semua sama rata dan harus sesuai prosedural. Sebab kami pun telah lakukan maksimal pelayanan kami pada dalam pembuatan SIM untuk masyarakat. Kami telah lakukan peningkatan baik itu dari Sumber Daya Manusia dan sterilisasi kawasan. Kami saat ini memastikan, bila pelayanan pembuatan SIM di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, dapat ciptakan kualitas pengendara," kata Fahri.

Ia juga meyakini, pelayanan SIM di Satpas SIM Daan Mogot menjadi lokasi percontohan untuk bangsa Indonesia.

Tak hanya para pengujinya yang bersertifikasi, lokasi pelayanan yang ada pun dibuat aman dan senyaman mungkin bagi para karyawan maupun pemohon SIM.

"Tak hanya ingin ciptakan kualitas pengendara tapi kami tingkatkan kualitas SDM. Sertifikasi kami sudah berikan selama dua tahun kepada penguji. Kalau selesai, mereka harus ikuti ujian lagi, agar bisa dapatkan sertifikasi. Tidak hanya itu, dalam prosesnya penguji yang nekat melakukan pelanggaran, kami tak segan cabut sertifikasi itu. Jadi saya katakan, semua penguji di sini tak bisa main-main," kata Fahri.

Baca: Pria Bawa Senjata Tajam di Satpas SIM Polda Metro Jaya Diancam 10 Tahun Penjara

Untuk menciptakan etika di dalam berkendara dan meningkatkan kualitas pengendara, Fajhri mengatakan, Satuan Pelaksana Satpas SIM ini juga ajak masyarakat pahami kendaraan yang akan dikendarainya.

Pembelajaraan dalam berkendara dan penanganan emosional turut dilaksanakan pihaknya kepada pemohon-pemohon SIM.

Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help