Media Sosial

Fahri Hamzah Minta Presiden Joko Widodo Belajar Kasus Ini di Korea Selatan: Pelajari Sejarah

Fahri Hamzah juga meminta Jokowi mempelajari banyak hal, termasuk penanganan kasus spt KPK di Korea Selatan.

Fahri Hamzah Minta Presiden Joko Widodo Belajar Kasus Ini di Korea Selatan: Pelajari Sejarah
photo collage/wartakotalive.com
Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo mempelajari cara penangan kasus korupsi di Korea Selatan (Korsel).

Fahri Hamzah juga meminta Jokowi mempelajari sejarah pendirian lembaga anti korupsi di negera maju di Asia tersebut.

"Pak, Saya titip: Pelajari sejarah pemberantasan Korupsi di Korsel dan khususnya sejarah KICAC (Korean Independent Commision Against Corruption)," tulis Fahri Hamzah di akun twitternya.

Menurut Fahri Hamzah, KICAK --semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga anti korupsi di Indonesia-- kini diganti dengan ACRC.

ACRC adalah Anti Corruption and Human Right Commision atau lembaga anti korupsi dan komisi hak asasi manusia (HAM).

ACRC bukan hanya satu lembaga, tetapi gabungan dari banyak lembaga penegak hukum, termasuk ombudsman.

Baca: Ini Doa yang Dibaca Rasulullah di Akhir dan Awal Tahun Baru Hijriah

Baca: Hotman Paris Sarankan Kemenpora Datangkan Inang-inang Pasar Senen Usut Kasus Roy Suryo

Jokowi diminta oleh Fahri Hamzah untuk mempelajari kasus penangan korupsi di Korea Selatan dan kemudian membandingkannya dengan penangan korupsi di Indonesia yang kini ditangani KPK.

Komentar Fahri Hamzah di akun twitter terkait KICAC itu untuk menanggapi twit Jokowi di akun twitternya yang menyebut dia akan berkunjung ke Korea Selatan.

Simak status Fahri Hamzah berikut ini.

@fahrihamzah: Pak, Saya titip: Pelajari sejarah pemberantasan Korupsi di Korsel dan khususnya sejarah KICAC (Korean Independent Commision Against Corruption).

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help