Digagalkan Jadi Bacaleg Bikin M Taufik Berang dan Laporkan Komisioner KPU

Mereka dilaporkan atas tuduhan melanggar konstitusi karena tidak menjalankan putusan Badan Pengawas Pemilu.

Digagalkan Jadi Bacaleg Bikin M Taufik Berang dan Laporkan Komisioner KPU
Kompas.com
M Taufik menggugat pembatalan dia jadi bacaleg oleh KPU. Semua komisioner KPUD DKI Jakarta dinilai arogan selaku penyelenggara pemilu. Pasalnya, mereka dirasa tak mengindahkan putusan Bawaslu. 

SOSOK Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik melaporkan 7 orang komisioner KPUD DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya.

Mereka dilaporkan atas tuduhan melanggar konstitusi karena tidak menjalankan putusan Badan Pengawas Pemilu soal mantan narapidana koruptor menjadi calon legislatif (caleg) di Pemilu 2019.

Laporan bernomor TBL/4800/IX/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

Mereka yang dilaporkan adalah Betty Epsilom Indroos, Partono, Sunardi, Nurdin, Muhaimin, Deti Kurniati dan Marlina, dituduh melanggar pasal 216 ayat 1 KUHP.

"Melaporkan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh 7 komisioner KPUD Provinsi DKI Jakarta yang dianggap sudah merampas hak konstitusional klien kami," ujar kuasa hukum M Taufik, Mohammad Taufiqurrahman di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/9/2018).

Semua komisioner KPUD DKI Jakarta dinilai arogan selaku penyelenggara pemilu.

Pasalnya, mereka dirasa tak mengindahkan putusan Bawaslu.

"Kami menganggap bukan hanya pelanggaran etik yang telah dilakukan KPUD DKI Jakarta. Tapi juga sudah melanggar kaidah hukum pidana. Jadi sudah layak kami laporkan para Komisioner ini sebagai dugaan tindak pidana terhadap korban yang dialami bapak M Taufik," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam membuat laporan itu pihaknya pun menyertakan barang bukti semisal, salinan putusan Bawaslu yang memerintahkan KPUD DKI Jakarta untuk merubah status M Taufik dari tidak memenuhi syarat jadi memenuhi syarat.

"Di aturan Bawaslu itu mengikat menyatakan bahwa keputusan Bawaslu itu berkekuatan hukum final tidak ada upaya hukum lagi. Jadi, tidak ada cara lain dan tidak ada jalan lain kepada KPU selain menjalani putusan ini. Kecuali memang mereka ya belaga-belaga genit saja sekarang ini," ucapnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved