Koran Warta Kota

Bus Masuk Jurang Sopirnya Masih Misterius, Kernet Sempat Sembunyi di Aliran Sungai

Dirjen Perhubungan Darat mengatakan bus yang terperosok ke jurang di Jalan Cikidang-Palabuhanratumdiduga kelebihan muatan

Bus Masuk Jurang Sopirnya Masih Misterius, Kernet Sempat Sembunyi di Aliran Sungai
Koran Warta Kota
Headline Warta Kota edisi Senin, 10 September 2018 

DIREKTUR Jenderal (Dir­jen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi mengatakan bus yang terperosok ke jurang di Jalan Cikidang-Palabuhanratu, Sabtu (8/9), diduga kelebihan muatan.

Selain itu, bus ini diketahui tidak uji kir selama dua tahun.

"Dari hasil pengujian buku kir bus, penumpang maksimal 32, jadi ada kelebihan 7 orang penumpang," ucap Budi saat mengunjungi lokasi kejadian di Jalan Raya Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu, Desa Buniwangi, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9).

Pasalnya sebanyak 38 orang menjadi korban kecelakaan maut bus di Komplek Tanjakan Letter S, Jalan Cikidang, Sukabumi, Sabtu (8/9) siang.

"Kalau kita lihat, jumlah korban meninggal dunia 21 dan yang dirawat di rumah sakit 17. Jadi penumpangnya ada 38 ditambah satu dengan pengemudi yang informasinya masih belum tahu," ucapnya.

Dari hasil analisa kata dia, jumlah kursi hanya berjumlah 32.

Baca: Potongan Video Amatir, Korban Tewas Kecelakaan Bus Akibat Ini

Baca: Polisi Diduga Larang Ustaz Abdul Somad Ceramah Soal Politik, Ahmad Dhani Bilang Begini

Baca: Ahok Kesal Dengar Hebohnya Pemberitaan Ia Akan Menikah Lagi dan Pindah Agama Sampai Lakukan Ini

Jika penumpang bertambah menjadi 38 artinya ada penambahan kursi atau mungkin yang satu kursi dijadikan dua.

"Dalam buku kir, kursi hanya 32 artinya dia menambah beban bus sebanyak 7 orang dengan sopir satu. Bisa jadi kursi ditambah atau satu kursi duduk berdua," tuturnya.

Budi mengaku akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menindak tegas perusahaan bus.

"Yang jadi penanggung jawab tidak hanya pengemudi karena dia tidak hati-hati. Tapi bagaimana operator atau pihak manajemen yang tidak melakukan sop yang baik untuk mendukung keselamatan, kalau memang ada kesengajaan bisa pidana," ujar Budi.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved