Bonus Asian Games 2018 Mulai Uang Sampai Bebas Wajib Militer Membuahkan Kebahagiaan untuk Atlet

Jepang justru tidak memberikan bonus karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga.

Bonus Asian Games 2018 Mulai Uang Sampai Bebas Wajib Militer Membuahkan Kebahagiaan untuk Atlet
Strait Times
Son Heung Min meluapkan kegembiraan. 

TIDAK hanya Pemerintah Indonesia saja yang memberikan bonus kepada peraih medali saat ajang Asian Games. Tapi di beberapa negara juga memberikan bonus.

Terbanyak pemberian hadiah berupa uang.

Namun, ada juga yang memberikan apresiasi lain

Sehari sebelum penutupan Asian Games, Pemerintah langsung memberikan bonus Rp 1,5 miliar untuk peraih emas, perak Rp 500 juta, dan perunggu Rp 250 juta.

Belum lagi setiap Pemda juga memberikan bonus. Diantaranya atlet asal DKI Jakarta yang akan diberi tambahan bonus Rp 300 juta untuk emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 90 juta untuk perunggu.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, dari catatannya, beberapa negara memberika apresiasi beragam.

Sama dengan Indonesia, Filipina memberikan dana Rp 1,6 miliar, Hongkong Rp 3,5 miliar, dan Malaysia 280 juta.

Yang berbeda Korea Selatan. Atlet peraih medali diberikan bebas wajib militer.

"Karena dia ( atlet) sudah dianggap membela negara. Mungkin nilainya lebih dari dia wajib militer. Itu bentuk penghargaan negara kepada warganya," ujar Ratiyono yang ditemui sebelum rapat Banggar, Senin (10/9/2018).

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menganut wajib militer kepada pria antara usia 20 sampai 30 tahun.

Lamanya bisa berlangsung sampai 2,5 tahun.

Ada negara yang tidak memberikan bonus samasekali kepada atlet peraih medali Asian Games.

Menurut Ratiyono, Jepang justru tidak memberikan bonus karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga.

"Jadi, Jepang justru tidak diberikan bonus karena itu kewajiban setiap negara. Jadi sebagai gambaran bahwa di kita sudah mengambil cukup bijak kebijakan yang diambil oleh Pemerintah. Yang paling penting lagi jangan berhenti sampai di sini," ujarnya.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved