Bank Indonesia Tegaskan Kondisi Rupiah Saat Ini Berbeda Jauh dengan 1998

“Itu kan jelas berbeda, itu sangat jauh kenaikannya. Ini harus terus kita tanamkan ke masyarakat.

Bank Indonesia Tegaskan Kondisi Rupiah Saat Ini Berbeda Jauh dengan 1998
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

Bank Indonesia ( BI) membantah anggapan yang menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah yang menembus Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS) sama dengan krisis ketika 1998 silam.

Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi menegaskan, kondisi yang terjadi antara tahun ini dengan 1998 tidak bisa disamakan satu sama lain. "Nilai tukar itu adalah salah satu indikator ekonomi yang namanya relative price, yaitu harga relatif. Itu tidak bisa dilihat sebagai angka absolut. Angka Rp 15.000 sekarang beda dengan Rp 15.000 20 tahun lalu, jelas beda. Jadi jangan serta merta disamakan. Ini salah satu pemahaman yang harus kita tanamkan ke berbagai pihak," tegas Doddy saat menghadiri Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Kemenkominfo Jakarta, Senin (10/9/2018).

Doddy menambahkan, kesalahan berbagai pihak saat ini adalah melihat nilai tukar mata uang sebagai angka psikologis. Padahal, seharusnya nilai tukar mata uang tersebut dilihat pergerakan angkanya.

"Di Australia, Korea, Malaysia, Thailand, nilai tukar bergerak itu nyaris tidak pernah jadi berita besar, kecuali perubahannya sangat cepat. Orang tidak melihatnya sebagai angka psikologis, tapi seberapa cepat bergeraknya,” imbuhnya.

Pergerakan kenaikan rupiah yang hanya 8 persen saat ini mestinya tidak menjadi perbincangan ketika misalnya naik dari level 2.500 ke 15.000 per dollar AS.

“Itu kan jelas berbeda, itu sangat jauh kenaikannya. Ini harus terus kita tanamkan ke masyarakat. Nilai tukar jangan dilihat dari levelnya, tapi lihat pergerakannya,” ujar Doddy.

Doddy pun memastikan bahwa kondisi makroekonomi saat ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada 1998 silam. Beberapa indikator yang membedakan antara lain adalah inflasi yang pada 1998 mencapai 78,2 persen, sedangkan sekarang hanya 3,2 persen.

Kemudian, cadangan devisa yang 20 tahun silam hanya 23,62 miliar dollar AS, tetapi kini tembus 118,3 miliar dollar AS. Selain itu, kredit macet saat ini hanya 2,7 persen, berbeda dengan 1998 mencapai lebih dari 30 persen.

“Yang jelas, tahun ini lebih baik daripada tahun 1998. Jadi, ironis jika ada yang bilang tahun ini kita krisis seperti tahun 1998," tandas Doddy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BI Tegaskan Kondisi Rupiah Saat Ini Jauh Berbeda dengan 1998",
Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help