VIDEO: WN Belarusia Ikut Latihan Uji Praktek SIM, Begini Penuturannya

Josif Siarhei (41) Warga Negara Asing (WNA) Belarusia ikut latihan praktek SIM bersama warga lainnya.

Polres Metro Bekasi Kota membuka layanan latihan praktek kendaraan gratis bagi para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kegiatan ini digelar setiap akhir pekan di uji praktek kendaraan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Mapolrestro Bekasi Kota, Jalan Pramuka Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Pelatihan dilaksanakan setiap Minggu pukul 09.00-12.00 WIB. Pelayanan latihan praktek SIM yang dibuka Polres Metro Bekasi Kota ramai didatangi warga. Tak terkecuali Warga Negara Asing (WNA) asal Belarusia.

Josif Siarhei (41) Warga Negara Asing (WNA) Belarusia ikut latihan praktek SIM bersama warga lainnya.

Josif mengikuti latihan dikarenakan dirinya sedang mengajukan pemohonan SIM A maupun SIM C.

Ia datang seorang diri, untuk menjajal trek ujian praktek SIM. Awalnya, ia mencoba latihan praktek mobil untuk SIM A. Hanya dua kali percobaan saja, ia sudah berhasil melewati tantangan atau teknik ujian praktek.

Usai itu, ia mencoba latihan praktek sepeda motor untuk SIM C.

Menggunakan kaus putih perpaduan hijau. Ia terlebih dahlu memakai helm bertuliskan polisi dan motor miliki Polres yang biasa digunakan untuk ujian praktek SIM.

Petugas memberikan intruksi terkait teknik-teniknya sebelim dimulai. Ia meliak-liuk mengukuti petunjuk jalur ujian praktek. Mulai lintasan lurus, berbelok, maupun berbelok angka delapan.

Saat latihan seringkali sepeda motornya mengenai patok pembatas hingga terjatuh. Kakinya juga beberapa kali menginjak tanah.

Tak menyerah, panasnya terik matahara membuat keringat bercucuran, ia terus mencoba hingga akhirnya percobaan yang kelima kali berhasil lancar tanpa kaki turun kebawah maupun menyentuh patok pembatas.

Ia terlihat senang akhirnya latihan praktek sepeda motor lancar dan mulus hingga garis finish.

Terlihat lelah, ia kemudian duduk sejenak dan meminum air.

"Ini pengalaman luar biasa, ternyata sulit ya. Memang saya seringnya naik motor," ujarnya dalam bahasa inggris.

Josif yang sedikit lancar berbahasa Indonesia, mengungkapkan alasan datang ikut latihan praktek ialah agar dirinya bisa melancarkan berkendara, khususnya sepeda motor.

"Saya ujian praktek nanti Kamis, berharap bisa lulus. Kalau gagal ya saya akan coba datang lagi hari Minggu untuk ikut latihan kembali, terus seperti itu sampai saya punya SIM, karena SIM ini penting sekali," katanya.

Dirinya membuat SIM, dikarenakan SIM internasional yang diterbitnya negaranya tidak berlaku di Indonesia.

Ia membuat SIM dengan menggunakan Kartu Identitas Visa atau Passport, surat keterangan domisili sementara dan izin dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Saya buat SIM, agar lebih safty di jalan dan juga memang SIM saya tidak berlaku di Indonesia. Waktu itu sempat ke China berlaku," katanya.

Ia sudah tinggal selama 3 tahun di Rawalumbu Kota Bekasi. Namun, sebenarnya ia pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2004.

Pada 2007, ia kembali pulang. Kemudian 3 tahun di China. Dan 2013 ia kembali ke Indonesia, namun belum tetap.

"2013 saya kembali ke Indonesia tapi masih bolak-balik. Sampai 2015 saya baru ke Indonesia lagi, pakai visa izin kerja," ucapnya.

Josif yang merupakan seorang komposer membuka sekolah musik di Perumahan Grand Galaxy.

"Saya disini buka sekolah musik, kalau tinggal ada di Rawalumbu. Belum tahu apakah mau beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) atau tidak," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help