Terowongan KRL Dipo Lama Kini Menjadi Berwarna

Terowongan KRL Dipo Lama yang menghubungkan Kampung Cagar Alam, Pancoran Mas dengan Jalan Raya Citayam suasananya kini berbeda.

Terowongan KRL Dipo Lama Kini Menjadi Berwarna
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Terowongan KRL Dipo Lama yang merupakan jalan penghubung alternatif dari Kampung Cagar Alam, Pancoran Mas dengan Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Depok, belakangan ini menjadi jauh lebih indah dari sebelumnya yang terkesan kotor, kumuh dan penuh sampah. 

ADA yang berbeda jika melewati ruas jalan terowongan KRL Dipo Lama yang merupakan jalan penghubung alternatif dari Kampung Cagar Alam, Pancoran Mas dengan Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Depok, belakangan ini.

Terowongan sepanjang sekitar 30 meter yang biasanya terkesan seram, kumuh, kotor dan penuh sampah di setiap sisinya, kini berubah 180 derajat.

Terowongan saat ini menjadi penuh warna dan bersih. Perbedaan paling mencolok karena dinding di kanan dan kiri terowongan penuh gambar mural. Bahkan beberapa diantaranya adalah gambar 3 dimensi.

Karena hal itulah, terowongan yang tadinya kerap sepi dan orang enggan berlama-lama di sana, sejak sepekan terakhir menjadi ramai dipenuhi warga yang ingin berselfi ria dengan latar belakang mural dan gambar 3 dimensi.

Bukan hanya siang dan sore hari, malam hari pun, banyak warga yang cukup tertarik berselfi ria di sana. Gambar mural dan 3 dimensi di dinding terowongan itu, membuat lokasi kini menjadi sangat instagramable.

Ray Andre, pelukis mural yang menggagas ide mewarnai dinding terowongan KRL Dipo Lama ini menuturkan idenya muncul berawal dari keprihatinan pihaknya melihat kondisi terowongan yant selalu kotor dan penuh sampah.

Banyak pengendara yang melintas membuang sampah mereka di sana.

"Kebetulan saja saya penggagas idenya. Awalnya kami prihatin lihat kondisi terowongan yang kacau balau dan selalu penuh sampah. Jika hari ini sampah diangkut dinas kebersihan, besoknya akan ada lagi lebih banyak sampah di sana," kata Ray, saat berbincang dengan Warta Kota, Minggu (9/9/2018).

Dari sana, Ray mengumpulkan anak muda Depok dan warga sekitar yang dikenalnya dan bisa melukis mural.

"Lalu kami bikin komunitas namanya Relawan Berwarna. Komunitas ini sepakat melukis dinding terowongan dengan gambar mural menarik serta gambar 3 dimensi. Harapannya jika dinding terowongan dipenuhi gambar bagus, semoga warga yang biasa buang sampah di sini malu dan gak jadi buang lagi di sini," kata Ray.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help