Terkendala Tunjangan, Aparatur di Bekasi Gadai Perhiasan Bayar Cicilan Motor

Seretnya tunjangan membuat sejumlah aparat Pemkot Bekasi terpaksa menggadaikan barang untuk membayar cicilan.

Terkendala Tunjangan, Aparatur di Bekasi Gadai Perhiasan Bayar Cicilan Motor
Tribunnews.com
Pegadaian 

“Biasanya kami teken tandatangan pencairan TPP setiap tanggal 1-2, dan dua atau tiga hari kemudian langsung cair. Tapi bulan ini jadwal teken berkas juga molor jadi tanggal 5,” katanya.

Menurut dia, fenomena seperti ini baru pertama kali terjadi setelah beberapa tahun menjadi aparatur di lingkungan pemerintahan setempat.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabnya karena bagian keuangan tidak menjelaskan ke aparatur.

“Kita hanya disuruh tanda tangan berkas pencairan saja, soal pemberian TPP nanti dikabari lagi,” ungkapnya.

Dia berharap agar persoalan ini bisa menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Apalagi pemicu defisit anggaran salah satunya karena perekrutan tenaga kerja kontrak (TKK) yang dianggap terlalu besar pada tahun ini.

Di akhir tahun, jumlah TKK di Kota Bekasi sekitar 4.000 orang, namun hingga September 2018 bertambah 9.000 menjadi 13 ribuan pegawai.

“Saya lebih setuju jumlah TKK yang dikurangi, dibanding TPP yang dikurangi. Karena tahun lalu saja pekerjaan PNS masih bisa berjalan dengan bantuan 4 ribuan TKK,” ujarnya.

Berbeda dengan EI, pegawai lainnya berinisial PR tidak sampai menjual perhiasan.

Namun dia menggunakan uang tabungan yang selama ini disimpannya di bank selama beberap tahun.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved