Terkendala Tunjangan, Aparatur di Bekasi Gadai Perhiasan Bayar Cicilan Motor

Seretnya tunjangan membuat sejumlah aparat Pemkot Bekasi terpaksa menggadaikan barang untuk membayar cicilan.

Terkendala Tunjangan, Aparatur di Bekasi Gadai Perhiasan Bayar Cicilan Motor
Tribunnews.com
Pegadaian 

PARA pegawai di Pemerintahan Kota Bekasi menyesalkan molornya pembayaran Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) yang diduga dipicu karena adanya defisit keuangan daerah sekitar Rp 900 miliar.

Mereka yang tidak memiliki uang, terpaksa menggadaikan perhiasannya hanya untuk membayar cicilan ke perusahaan lain.

Pasalnya, gaji sebesar Rp 3,3 juta dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirasa tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Dua bulan lagi cicilan sepeda motor saya akan lunas, tapi pemberian TPP yang selalu saya andalkan untuk membayar tagihan motor Rp 1,2 juta per bulan belum saya terima,” kata EI pada Minggu (9/9/2018).

EI mengaku, dengan sangat terpaksa dia akan menggadaikan perhiasannya untuk membayar cicilan sepeda motor.

Sejak mendapat TPP sebesar Rp 5,1 juta pada awal 2018, EI selalu menggunakan uang itu untuk membayar cicilan kendaran dan menabung.

Uang tabungan itulah yang kemudian dibeli perhiasan sebagai simpanan, karena bila kesulitan finansial akan dijual kembali.

“Untungnya uang TPP yang saya terima di bulan sebelumnya tidak dihabiskan, tapi ditabung dan dibeli emas. Kalau tidak, saya bakalan kesulitan untuk membayar tagihan motor karena keterlambatan TPP,” imbuhnya.

EI sebetulnya telah memprediksi pembayaran TPP bakal molor dari jadwal karena derasnya kabar defisit anggaran.

Hal itu juga diperkuat dengan keterlambatan jadwal tandatangan penerimaan TPP di Bagian Keuangan Pemerintah Kota Bekasi.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved