Pilpres 2019

SBY Sudah Sejak Lama Prediksi soal Pelemahan Ekonomi Rezim Presiden Jokowi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyebut SBY telah lama memprediksi soal pelemahan ekonomi dalam pemerintahan Jokowi.

SBY Sudah Sejak Lama Prediksi soal Pelemahan Ekonomi Rezim Presiden Jokowi
Kompas.com
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelaskan data kemiskinan pakai data ukuran minimum yang ditetapkan oleh Bank Dunia. 

WAKIL Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyebut Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY telah lama memprediksi soal pelemahan ekonomi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Bukan benci atau dendam terhadap rezim pemerintahan, SBY katanya mengingatkan agar rakyat tidak menjadi korban.

Karena itu, sejak terpilihnya Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014 menggantikan SBY yang telah menjabat sebagai Presiden dua periode, yakni 2004-2014, Partai Demokrat katanya tidak ikut dalam pembentukan Kabinet Kerja.

SBY katanya juga menolak kader Demokrat menjadi menteri dan ikut dalam pemerintahan.

Alasannya, karena SBY ingin Partai Demokrat menjadi partai penyeimbang, bukan oposisi.

Baca: Ahok Nikah Lagi, Netizen Viralkan Tagar #2019GantiBini

"Satu pilihan politik, Satu perbuatan. Sampai hari ini Partai Demokrat di dalam lima tahun Jokowi menjabat Presiden tetap menjadi penyeimbang dan tidak segan-segan melakukan peringatan atau kritik keras atas kebijakan yang menyangkut rakyat dan arah negara. Kalaupun ada keberhasilan Partai demokrat tidak akan malu-malu memuji," jelas Andi lewat siaran tertulis pada Minggu (9/9/2018).

Kegelisahan SBY terhadap melemahnya ekonomi Indonesia terbukti benar, karena sejak masa reformasi, ekonomi Indonesia masih sangat rentan. Sehingga tugas presiden dan jajarannya untuk menangani permasalahan, bukan justru memperburuknya dengan menyalahkan pihak lain.

Hal tersebut menanggapi keterangan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani yang menyebut Indonesia kini tengah dilanda badai sempurna.

Baca: Nicholas Setujui Ahok Nikah Lagi dengan Bripda Puput Nasti Devi : Yang Penting Terbaik Buat Papa

Namun peringatan SBY diabaikan, ekonomi Indonesia terus melemah, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp 14.820 per USD pada hari ini, Minggu (9/9/2018).

"Partai Demokrat dan SBY sejak 2004 menganggap Badai yang akan dihadapi perekonomian Indonesia bisa datang kapan saja, karena itu ekonomi yang masih ringkih akibat 1998 harus dibangun kembali dengan tetap memperhitungkan jika tiba-tiba badai itu muncul," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved