Kurang Terawat, Rambu di Pelican Crossing Sering Ngadat

Pejalan kaki mengeluhkan tombol lampu penyeberangan pelican crossing di jalan protokol yang mulai sering ngadat.

Kurang Terawat, Rambu di Pelican Crossing Sering Ngadat
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pelican crossing di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat tidak optimal fungsinya. 

"Walaupun berfungsi baik, ya kalau sayanya ini berpendapat sayang aja. Sudah dibuat, tapi tak dijaga. Bagaimana jikalau, pelican crossing itu lagi bermasalah. Atau, banyak pengendara kan yang kami seharusnya sudah menyeberang ke jalan, eeeh masih ada tuh pengendara serobot. Jadinya macet, semrawut, malah berbahaya ya buat pejalan kaki," ungkapnya.

Selain di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pelican crossing yang tak maksimal fungsinya ada di Jalan Brigjend Katamso dekat flyover Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Kondisinya pun jauh lebih buruk dengan lampu dan tombol yang tidak berfungsi baik di Kebon Sirih.

"Enggak berfungsi sama sekali. Tombol, lampu dan garis-garis putihnya juga memudah. Kalau mau nyeberang, ya feeling aja. Pakai tangan ya palingan. Yah, kalau ditabrak pun sudah takdir. Pemerintah kam nunggu ada korban dulu, baru deh bergerak. Ya kalau saya bilang pelican crossing di sini (Palmerah-Slipi) berbahaya. Selain enggak fungsi, petugasnya saja enggak ada. Yah berharap enggak buta pemerintah ya, kita doakan saja yang baik," papar seorang pejalan kaki, Trisno (33).

Pelican crossing yang dinilai membahayakan bagi pejalan kali juga terlihat di sekitaran jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan.

Pelican crossing di wilayah ini juga menghubungkan di tiga pusat perbelanjaan, antara lain di ITC Kuningan, Mal Ambasador, dan Lotte Avenue.

Setiap harinya ratusan pejalan kaki melintas di kawasan ini. Sayangnya, pelican crossing saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Walau terdapat tombol rambu penyeberangan dan lampu indikatornya berfungsi baik, tidak ada zebra cross.

Pejalan kaki kemudian mengandalkan petugas keamanan di dua sisi untuk menghentikan kendaraan yang melintas.

"Jadi sekalipun indikator nyala, tetap saja kami beritahukan kepada pengendara. Karena, tidak ada zebra cross-nya nih. Pengendara kan tidak tahu kalau ada cat zebra cross. Jadi ya saya di sini lah yang berperan berhentikan pengendara bermotor, jikalau ada yang menyeberang," ujar salah seorang oetugas keamanan berseragam biru, Satrio (33).

Halaman
1234
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved