Kapal Penyelundup 5000 Ton Solar Industri Diamankan

sejenis solar yang diangkut kapal tangker MT Eastern Glory berbendera Mongolia di perairan Pulau Akar,

Kapal Penyelundup 5000 Ton Solar Industri Diamankan
Kompas.com
Tim Gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam mengamankan aksi penyelundupan 5.000 ton industrial diesel oil (IDO) atau bahan bakar minyak (BBM) sejenis solar yang diangkut kapal tangker MT Eastern Glory berbendera Mongolia di perairan Pulau Akar, Jembatan 2 Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (4/9/2018) lalu.(KOMPAS.COM/ HADI MAULANA) 

Tim Gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam membongar aksi penyelundupan 5.000 ton industrial diesel oil (IDO) atau bahan bakar minyak (BBM) sejenis solar yang diangkut kapal tangker MT Eastern Glory berbendera Mongolia di perairan Pulau Akar, Jembatan 2 Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (4/9/2018) lalu.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat ditemui usai melakukan pengecekan di atas kapal tangker MT Eastern Glory mengatakan, kapal itu diamankan saat berlayar di perairan Pulau Akar, Jembatan 2 Barelang, Batam dari perairan STS (ship to ship) sekitar pukul 15.45 WIB.

Saat dilakukan pengecekan dokumen kapal, kapal tangker yang di nakhodai Suheri Nanda Pasaribu itu melakukan pelayaran yang tidak sesuai dengan dokumen yang dimiliki kapal tersebut.

"Penangkapan ini berawal dari informasi intelijen bahwa adanya kapal tanker dengan muatan minyak solar yang selesai melaksanakan STS dari West OPL dan akan masuk perairan Batam. Selanjutnya Tim F1QR IV dengan menggunakan Patkamla Pelampong melaksanakan patroli dan berhasil menemukan kapal tersebut," kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Sabtu.

"Namun saat dilakukan pengecekan dokumen kapal, ternyata tidak sesuai dengan tujuan kapal tersebut. Saat itu juga kapal tanker tersebut diamankan personel Gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam dan langsung di tarik ke Dermaga Lanal Batam di Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Yudo Margono.

Yudo menjelaskan, berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal tangker MT Eastern Glory berangkat dari Barelang, Batam, Kepri menuju Tanjung Pelepas, Malaysia dan sesuai Port Clearence Malaysia berlayar dari Tanjung Pelepas, Malaysia menuju Batam. Namun pada kenyataannya kapal tanker tersebut hanya melakukan pelayaran sampai di perairan OPL dan tidak sampai menuju ke pelabuhan tujuan yaitu Tanjung Pelepas Malaysia.

Sehingga dapat diduga kapal melakukan tindak pidana pelayaran sesuai dengan yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran Pasal 323 ayat (1) jo pasal 219 ayat (1) dan Pasal 317 jo Pasal 193 ayat (1).

"Tidak saja melanggar UU pelayaran, kami juga akan menjerat dengan UU Migas Nomor 22 tahun 2001 yang mena bisa dijerat dengan denda Rp 40 miliar dan hukuman 4 tahun penjara," kata Yudo.

Ia menambahkan, diduga juga ada keterlibatan pihak lain pada kasus itu, dalam hal ini PT Jagad Energy yang ada di Barelang yang berbegerak di bidang perminyakan.

"Ini masih bersifat dugaan, pastinya kami tunggu saja hasil penyelidikan Lanal Batam lebih lanjut. Yang jelas informasi yang didapat dari Intelijan TNI AL minyak solar IDO ini akan dikirimkan dan ditampung PT Jagad Energy," ujar Yudo.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved