Bus Masuk Jurang, Arma dan Tatang Akan Naik Motor dari Bogor ke Sukabumi Cari Informasi Anaknya

Bus masuk jurang di Sukabumi, Arma dan Tatang akan naik motor dari Bogor ke Sukabumi cari informasi anaknya

Bus Masuk Jurang, Arma dan Tatang Akan Naik Motor dari Bogor ke Sukabumi Cari Informasi Anaknya
KompasTV
SEBUAH bus masuk jurang di kawasan Cikidang, Pelabuhanratu, Sukabumi, Sabtu (8/9/2018) siang. Dikabarkan 14 orang tewas. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Arma (34) ibu dari Tanti Alawiyah, satu dari belasan korban kecelakaan bus masuk jurang di Sukabumi, masih terisak-isak dan tak kuasa menahan tangisnya saat menceritakan keadaan anak sulungnya.

"Berangkatnya habis subuh pukul 05.30 WIB, katanya acara kantor," kata Arma terisak saat ditemui di rumahnya di Kampung Cimanggis, Mekarwangi, Kota Bogor, Sabtu (8/9/2018) malam.

Menurut Arma, anak sulungnya Tanti berpamitan Sabtu pagi untuk mengikuti acara kantornya ke Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Baca: Bus dari Bogor Masuk Jurang di Sukabumi, Data Polisi Menyebutkan Korban Meninggal 21 Orang

Putri sulungnya itu saat pamit mengatakan, dirinya terpilih sebagai salah satu karyawan yang ikut kegiatan gathering di Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Saat putrinya berpamitan, Arma mendapatkan firasat.

Hanya saja dia tidak kuasa melarang, karena anaknya cukup senang terpilih sebagai salah satu karyawan yang ikut rombongan jalan-jalan.

Baca: Bus Masuk Jurang, Jasa Raharja Pastikan Santunan 17 Korban Meninggal dan Belasan Luka-luka

"Anak saya itu baru kerja lima bulan, bagian marketing. Dia lulus dari SMA Borces langsung diterima kerja," katanya seperti dilansir Antaranews.com.

Peristiwa kecelakaan diketahui oleh Arma pertama kali dari akun media sosial Facebook yang menampilkan informasi terjadinya kecelakaan bus di Sukabumi.

Bus wisata dengan nomor polisi B 7025 SAG terguling masuk jurang dalam perjalanan menuju Cikidang, Sukabumi.

"Saya liat di Facebook ada kecelakaan itu, saya ingat ini bus yang ditumpangi anak saya," katanya tersedu-sedu.

Baca: Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 14 Tewas 17 Luka-luka

Tak lama kemudian, Arma mendapatkan kabar dari teman kerja anaknya yang menginformasikan tentang kecelakaan, termasuk Tanti yang jadi korban.

Berita yang dia dengar anaknya mengalami patah tulang dan dirawat di RS Sekarwangi, Sukabumi.

"Untung anak saya bukan korban meninggal dunia, tapi bagaimana keadaan anak saya, saya belum tau pasti," katanya menangis.

Tanti Alawiyah (17) anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Arma seorang ibu rumah tangga dan Tatang (40) pekerja buruh serabutan.

Hingga kini Arma belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pihak berwajib perihal kondisi anaknya.

Di rumah yang cukup sederhana, Arma dan Tatang menanti harap-harap cemas kabar anaknya. Sementara tetangga berdatangan memberikan dukungan moril.

Tatang yang kelihatan bingung dan cemas tidak bisa berbuat banyak sambil menunggu pagi datang.

Tatang dan Arma berencana mengendarai sepeda motor menuju Sukabumi untuk melihat kondisi sang anak.

Kecelakaan masuk jurang'>bus masuk jurang sedalam 25 meter, membawa rombongan karya PT Catur Putra Raya Bogor sebanyak 31 orang. Laporan kepolisan 21 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakan itu.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help